SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Saweran menjadi tradisi warga Banten yang tak lekang oleh zaman. Kegiatan melemparkan uang koin dan diperebutkan oleh warga ini selalu dilestarikan.
Saweran menjadi ajang wajib di dalam setiap perayaan di masyarakat, baik pernikahan, khitanan, maupun ketika ada warga yang berhasil mencapai impian tertentu.
Saweran merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat dan segala keberhasilan yang dialami warga. Uang koin yang dilemparkan ke atas lalu diperebutkan, menjadi simbol atas pengharapan akan kehidupan yang penuh keberkahan.
Seperti yang terjadi pada pernikahan Ikhsan (Imel), warga Lingkungan Kadipaten, Kelurahan Kedaleman, Kacamatan Cibeber, Kota Cilegon, dengan Dewi Ratnasari, gadis asal Kampung Nelayan, Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kamis 10 Maret 2022.
Usai melaksanakan prosesi akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kramatwatu, kedua mempelai diiring menuju lokasi perayaan pernikahan di kediaman pengantin wanita.

Setelah membacakan yalil dan doa, keluarga kedua mempelai mengajak tamu undangan dan anak-anak berkumpul. Saat itulah tradisi saweran dimulai.
“Saweran ini menjadi tradisi agar kedua mempelai selalu dilimpahkan keberkahan,” ujar salah satu tokoh masyarakat Desa Terate.
Reporter : Daru Pamungkas
Editor : Aas Arbi










