SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Abrasi di wilayah Kabupaten Serang bagian Utara terus terjadi. Kini, tambak seluas 150 hektare di Kecamatan Pontang hilang.
“Dari 2012 sampai sekarang sudah sekitar 150 hektare tambak yang tergerus,” kata anggota DPRD Kabupaten Serang Daerah Pemilihan (dapil) 1 Dendi Kurnia Ardiansyah di ruang Komisi I DPRD Kabupaten Serang, Selasa 15 Maret 2022.
Ia mengatakan, abrasi itu terjadi lantaran tidak adanya breakwater atau pemecah ombak di wilayah tersebut. Padahal, gelombang ombak di wilayah itu cukup tinggi.
“Ada sekitar 10 kilometer yang tidak ada breakwaternya, dari mulai Desa Susukan (Kecamatan Tirtayasa) sampai Desa Linduk (Kecamatan Pontang),” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pada 2013 pemerintah pusat pernah melakukan pembangunan penangkal ombak di wilayah tersebut. Namun, hanya dari bambu.
“Itu tidak bertahan lama langsung hancur, karena hanya dari bambu. Padahal itu proyeknya sampai Rp3 miliar,” ujar Mantan Kepala Desa Domas, Kecamatan Pontang ini.
Karena itu, pihaknya berharap pemerintah dapat membangun breakwater di wilayah tersebut. Supaya, tidak lagi terjadi abrasi yang merugikan masyarakat.
Apalagi, kata dia, wilayah Kabupaten Serang Utara merupakan kawasan minapolitan atau perikanan yang sudah ditetapkan oleh Pemprov Banten.
Ia juga menilai, kawasan minapolitan belum benar-benar disentuh oleh Pemprov Banten.
“Pemkab juga sebagai yang punya wilayah harusnya terus mendorong pembangunan di sana,” ujarnya.
Menurutnya, jika pemerintah benar-benar ingin mengembangkan kawasan minapolitan, seharusnya tidak ada lagi abrasi di wilayah Serang Utara.
“Karena abrasi ini sangat berdampak pada pengembangan usaha perikanan masyarakat,” pungkasnya.*
Reporter: Abdul Rozak
Editor: Agus Priwandono











