Yohanes menambahkan, di bawah nama Prabowo, muncul nama Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan 10,1 persen. Disusul Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (4,6 persen) dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (4,4 persen).
Nama Airlangga juga muncul sebagai capres dengan elektabilitas tertinggi pada dua simulasi yang dilakukan pada survei TBRC. Yakni, melalui simulasi pertanyaan spontan dan pertanyaan tertutup.
Pada simulasi pertanyaan spontan, Airlangga dipilih 13,7 persen responden. Di urutan kedua, muncul nama Prabowo yang dipilih 13,6 persen, disusul nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 7,8 persen.
Dalam simulasi pilihan tertutup terhadap 17 nama, Airlangga Hartarto mendapatkan dukungan terbanyak 20,2 persen. Di urutan kedua ditempati Prabowo Subianto mendapat dukungan terbanyak 14,6 persen, disusul Ganjar Prabowo 9,8 persen, Andika Perkasa 6,40 persen.
Yohanes mengatakan, tingginya tingkat keterpilihan Airlangga berkorelasi dengan posisinya sebagai Menko Perekonomian dengan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi–Ma’ruf saat ini.
“Khususnya yang berkaitan dengan perekonomian, masyarakat menunjukan indikator tingkat kepuasan publik yang sangat tinggi hingga 81,2 persen untuk masalah perekonomian,” ujar Yohanes.











