RADARBANTEN.CO.ID – “Selamat malam, saya Yuni,” katanya mengulurkan tangan kanannya. Suster ini lalu menjabat tangan kananku.
“Aris,” aku memperkenalkan diri.
“Sudah makannya?” tanya suster Yuni.
Aku cuma mengangguk.
“Obatnya sudah diminum?” tanyanya lagi.
Tanpa menunggu jawabanku, suster Yuni membereskan peralatan makan malam di meja kecil, di samping tempat tidur pasien yang aku gunakan.
“Ya udah, istirahat,” pesannya.
Suster Yuni pergi. Menghilang dari balik pintu ruangan di kelas 3 tempatku menjalani rawat inap.
Pertemuanku dengan suster Yuni, terjadi pada hari ketiga aku dirawat, di salah satu rumah sakit di Kota Semarang. Diagnosa dokter, aku terpapar virus dengue.










