Aku baru sadar saat hendak keluar dari rumah sakit. Ketika Tono membantuku menyelesaikan urusan administrasi rumah sakit selama 10 hari dirawat.
“Dok, suster Yuni dimana? Saya mau pamit”
“Suster Yuni yang mana?” dokter balik bertanya.
“Coba tanya suster Ros,” saran dokter
Suster Ros di samping dokter kebingungan. Dari usianya, suster Ros termasuk senior di rumah sakit ini.
“Enggak ada suster Yuni di sini,” katanya.
Wajah suster Ros berubah. Suster Ros jadi tegang ketika aku menceritakan ciri-ciri suster Yuni.
“Mas, suster Yuni dulu memang tugas di sini, tapi sudah meninggal setahun lalu,” kata suster Ros sedikit berbisik.
Ternyata, suster Yuni yang merawatku setiap malam itu…*
Penulis/Editor: Agus Priwandono










