Sudah 7 tahun aku merantau di Ibukota Jawa Tengah ini. Di sini, aku menjadi buruh di sebuah pabrik baja. Di wilayah Semarang atas.
Sebelum dokter menyarankan untuk rawat inap, aku harus berdamai dengan sakit.
Di kamar sepetak yang aku sewa, dua hari aku meringkuk di kasur. Menggigil. Menahan dingin di balik sarung lusuh.
“Ris..Aris,” panggil Pak Kardi dari luar kamar. Dia bapak kos.
Sekuat tenaga, aku bangun. Membuka pintu kamar.
“Kamu kenapa enggak keluar dari kemarin,” tanya bapak kos.
“Demam, Pak,” kataku. Aku kembali ke tiduran di kasur.
Sejenak Pak Kardi melihat kondisiku. Dia tidak bicara apa-apa. Pergi keluar kamar.
Tidak lama, anak lelakinya datang ke kamarku.










