Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Serang terus melakukan upaya untuk meningkatkan investasi di Kabupaten Serang. Dari tahun ke tahun, capaian investasi selalu melebihi target.
Meski masih pandemi Covid-19, realisasi investasi di Kabupaten Serang tidak lesu. Terutama penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang terus menunjukan grafik yang baik. Berdasarkan data yang diperoleh DPMPTSP, realisasi investasi dari tahun ke tahun selalu melebihi target. Pada 2016, capaian investasi sebesar Rp 5,967 triliun dari target Rp 4,698 triliun.
Kemudian, pada 2017 realisasi investasi tembus sebesar Rp 19,784 triliun dari target Rp 4,838 triliun. Kemudian pada 2018 realisasi investasi Rp 7,044 triliun dari target Rp 4,984 triliun.
Lalu, pada 2019 realisasi investasi Rp 6,856 triliun dari target Rp 5,133 triliun. Pada 2020, terealisasi Rp 7,906 triliun dari target Rp 5,287 triliun. Pada tahun 2021, dari target Rp 5,4 triliun terealisasi Rp 5,7 triliun.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Serang Syamsuddin mengatakan, berdasarkan rencana program jangka menengah daerah (RPJMD), target investasi setiap tahunnya mengalami kenaikan sebesar tiga persen.
Karena itu, tahun ini pihaknya menargetkan investasi Rp 5,6 triliun. Terdiri atas penanaman modal asing (PMA) Rp 2,54 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 3,060 triliun.
Besarnya target PMDN pada investasi 2022 karena melihat perkembangan investasi dalam negeri di Kabupaten Serang semakin membaik. Bahkan, pada beberapa triwulan melebihi realisasi PMA.

Syamsuddin mengatakan, meningkatkan realisasi PMDN dipengaruhi karena pandemi Covid-19. Sejumlah regulasi yang membatasi mobilisasi antar negara memengaruhi investasi asing ke Kabupaten Serang.
Menurutnya, tumbuhnya PMDN di Kabupaten Serang berdampak positif pada perkembangan ekonomi lokal. “Ada perkembangan positif selama dua tahun terakhir ini, kalau PMDN itu berarti ada percepatan ekonomi UMKM,” ungkapnya.

Banyaknya pelaku UMKM yang berkembang, kata dia, menunjukkan pembinaan yang dilakukan Pemkab Serang berhasil.
“Selama pandemi ini berarti usaha mikronya bergerak,” terangnya.
Dikatakan Syamsuddin, PMDN yang masuk ke Kabupaten Serang mayoritas bergerak dalam bidang usaha jasa dan produksi skala kecil. Mereka memberdayakan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja. (ADV)











