Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang terus berupaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Berbagai program pelayanan perpustakaan pun terus didekatkan kepada masyarakat.
Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Serang kini sudah terakreditasi C. Ke depan, DPKD bertekad untuk terus meningkatkan akreditasinya dengan berbagai cara.
Upaya tersebut dilakukan salah satunya dengan mendekatkan pelayanan perpustakaan kepada masyarakat. DPKD akan memanfaatkan eks kantor Samsat Cikande untuk menjadi perpustakaan.
“Dengan adanya perpustakaan di Cikande mudah-mudahan jumlah pengunjung banyak. Koleksi buku kita sudah banyak, mulai dari sejarah, agama, dan lain-lain,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKD Kabupaten Serang Anas Dwisatya Prasada.

Pihaknya juga melakukan pengelolaan dan pengembangan bahan pustaka. Pihaknya merencanakan pembuatan E-Digital. Yakni, bahan bacaan yang bisa diakses oleh masyarakat melalui elektronik.
Kemudian juga kita ingin menggerakan sumbangan buku dari ASN. “Satu orang ASN minimal bisa satu buku, bisa kita salurkan ke Perpustakaan Desa, ujar Anas.
Lalu, pihaknya juga melakukan penyusunan data informasi perpustakaan. Data ini meliputi data dasar seperti akreditasi perpustakaan, jumlah buku, pustakawan, dan hal lain yang berkaitan dengan perpustakaan.
Untuk meningkatkan minat baca masyarakat, pihaknya juga gencar melakukan perpustakaan keliling (Pusling). “Saat ini, sudah tersedia lima unit mobil Pusling. Tapi memang yang siap beroperasi tiga, yang dua perlu perbaikan,” ujarnya.

Program Pusling ini, biasanya ada permohonan dari sekolah atau lembaga. Pihaknya tidak membatasi waktu pelayanan Pusling meskipun di hari libur. “Walaupun hari Minggu kita layani terus, terangnya.
Pihaknya juga melakukan program peminjaman buku bagi tanaman baca masyarakat (TBM) dan perpustakaan desa. Buku yang dipinjamkan bisa sampai 200 judul dengan waktu tiga sampai enam bulan. “Kita juga Insya Allah dapat bantuan dari pusat berupa alat komputer, beserta meja dan kursi lengkap. itu diajukan untuk TBM, ujarnya.
Kemudian melakukan pendampingan pada perpustakaan sekolah dan perpustakaan desa. Terutama, perpustakaan yang akan dilakukan akreditasi.
“Sejak tahun 2020 kita sudah melakukan pendampingan kepada 11 perpustakaan sekolah, tahun ini target 25 perpustakaan,” ucapnya.
Dalam rangka mengembangkan perpustakaan, DPKD juga melakukan pelatihan terhadap pengelola perpustakaan desa dan sekolah. Pihaknya akan mengadakan pelatihan yang akan diikuti 40 peserta. 20 peserta pelatihan dasar dan 20 peserta pelatihan lanjutan.
“Kita sudah minta ke kecamatan untuk mengikuti pelatihan. Juga ada seminar perpustakaan sekolah 30 peserta dan 6 fasilitator akreditasi sekolah. Setelah pelatihan kita akan lakukan kunjungan ke desa, apakah sudah diterapkan atau belum, setelah itu kita akan lombakan,” ujar Anas.
Pihaknya juga mengupayakan budaya membaca melalui lomba mendongeng budaya lokal Kabupaten Serang. Lomba ini akan diikuti 25 peserta yang berasal dari siswa sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI).
Dari lomba itu akan dipilih tiga pemenang dan juara satu dan dua akan diikutsertakan ke perlombaan tingkat provinsi hingga nasional. “Kita juga akan melakukan event gerakan pemasyarakatan minat baca yang akan digelar di dua lokasi di desa,” ujarnya.
Lalu, di bidang kearsipan melakukan pembinaan kearsipan di setiap OPD. Mulai dari pedoman penyimpanan arsip hingga pemusnahan. Kemudian akan meneruskan penelusuran arsip sejarah di Kabupaten Serang. Yakni, sejarah Bendungan Pamarayan dan Anyar-Panarukan. Kita akan telusuri ke ANRI. (adv)











