Sebagian di antara jamaah adalah anak-anak. Canda ria dan tangis sering terdengar ketika shalat sedang berjalan. Kondisi seperti ini pernah dikeluhkan oleh Penasehat Pengurus DKM Masjid Nurul Mustofa, Sri Yanto SE.
“Anak-anak cukup mengganggu. Harusnya diawasi oleh orangtuanya,” kata Sri Yanto, yang biasa dipanggil Pak Dhe ini.
Sri Yanto mengungkapkan keluhaannya itu beberapa waktu silam usai shalat magrib. Sebagaimana diketahui, setiap shalat azhar dan magrib, Masjid Nurul Mustofa selalu dipenuhi jamaah anak-anak.
Sebelum waktu shalat tiba, biasanya anak-anak lari kesana kemari. Saling berkejaran dan bercanda ria. Ketika waktu shalat tiba, mereka masuk ke dalam shaf shalat. Tapi, masih terus bercanda dan bahkan lari keluar shaf shalat.
Sebagian jamaah lain mengaku senang dengan hadirnya putra-putri jamaah. Hanya saja memang harus diawasi agar tidak bercanda ria ketika sedang shalat. “Suaranya berisik. Mengganggu banget,” kata H Ade, beberapa waktu lalu.
Menanggapi keluhan jamaah, Pengurus DKM pernah membentuk petugas khusus untuk menertibkan jamaah anak-anak agar khusyuk dalam menjalankan ibadah shalat dan tidak mengganggu jamaah lainnya.
Penulis : M Widodo











