SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Benten menegaskan Banten siaga bencana angin puting beliung. Dalam satu pekan angin puting beliung melanda berbagai wilayah di Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang dan Kota Serang.
Kepala Pelaksana BPBD Banten Nana Suryana mengatakan, potensi bencana angin puting beliung sangat tinggi dan mengancam semua kabupaten/kota di Provinsi Banten.
“Saat ini sebagian besar Provinsi Banten memang masih terus terjadi hujan, baik itu dalam intensitas sedang maupun besar. Sehingga kami siaga bencana angin puting beliung,” kata Nana.
Ia melanjutkan, sebagai langkah kesiapsiagaan bencana, pihaknya sudah melakukan upaya mitigasi bencana di seluruh wilayah di Banten. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pencegahan apabila nanti terjadi bencana alam.
“Selain itu kami juga sudah melakukan edukasi dan sosialisasi terkait proses evakuasi mandiri yang bisa dilakukan oleh masyarakat, melalui jalur-jalur evakuasi yang sudah kita siapkan,” tuturnya.
Nana mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan waspada terhadap potensi bencana alam yang bisa terjadi di sekitar, sebab selain angin puting beliung, banjir dan longsor juga potensinya cukup tinggi.
“Angin puting beliung telah terjadi di Gunung Kencana Kabupaten Lebak, Cikande dan Tirtayasa di Kabupaten Serang, dan di Walantaka Kota Serang,” katanya.
Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Serang, Tarjono mengatakan, gangguan siklonik di atmosfir menjadi penyebab angin puting beliung yang terjadi di beberapa wilayah Banten.
Menurut Tarjono, untuk daerah Kabupaten Lebak saat ini dalam masa transisi peralihan musim, yaitu dari musim penghujan ke musim kemarau. “Karakteristik cuaca pada masa peralihan musim adalah cuaca ekstrim, seperti angin kencang, hujan lebat disertai angin kencang dan petir, angin puting beliung bahkan yg lebih ekstrim lagi dapat terjadinya hujan es,” ujarnya.
Kemudian, Tarjono menjelaskan untuk wilayah kota Serang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon saat ini sudah berada pada musim kemarau. “Pada musim kemarau bukan berarti sudah tidak ada hujan sama sekali, hujan atau angin kencang masih mungkin terjadi jika ada gangguan siklonik di atmosfir,” terangnya.
Tarjono menjelaskan, gangguan siklonik di atmosfir maksudnya, terdapat belokan angin di Sumatra bagian barat, yang dapat mempengaruhi cuaca hingga wilayah Banten. “Untuk wilayah Lebak sampai memasuki awal musim kemarau yaitu bulan Juni. Sedangkan untuk wilayah Kota Serang bersifat temporer hanya beberapa hari saja,” katanya.
“Yang terjadi kemarin di Kota dan kabupaten Serang adalah hujan lebat disertai angin kencang,” beber Tarjono.
Ia berharap, masyarakat tetap waspada saja tetapi tidak perlu panik yang berlebihan. Update terus info BMKG sebelum melakukan kegiatan di luar ruangan. (*)











