LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Berdiri tahun 1996, Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Rangkasbitung terus menunjukkan konsistensinya dalam ‘mengasuh’ para anak anak jalanan dan yatim di Kabupaten Lebak.
Di usianya yang tidak lagi muda –26 tahun– itu KPJ Rangkasbitung diketahui memiliki anggota 150 orang yang terdiri dari berbagai seniman jalanan.
Ketua KPJ Rangkasbitung Achmad Lugas Kusnadi bercerita awal membentuk KPJ. Dia melihat adanya potensi dan bakat-bakat yang dimiliki para pengamen, seniman maupun anak-anak jalanan di seputaran kota Rangkasbitung pada tahun 1996 lalu.
“Awalnya kita sering nongkrong-nongkrong, ngamen di terminal Kalijaga Rangkasbitung, namun pada tahun 1992 terminal pindah ke Terminal Mandala (berada di Kecamatan Cibadak,-red). Nah kita juga pindah, seiring nya waktu itu mengerucut, tahun 1993, 1994 itu dah kelihatan anak-anak jalanan yang awalnya ga banyak di Lebak,” katanya saat berbincang dengan Radar Banten, Minggu 12 Juni 2022.
Para anak jalanan itu memiliki potensi bakat baik dari musik, dan juga seni rupa seperti lukisan dan lain-lainnya. Untuk itu, dirinya bersama rekan seniman jalanan lainnya membentuk KPJ dengan tujuan sebagai wadah para seniman jalanan itu. “Anak-anak jalanan itu punya kapasitas bakat seperti musik dan seni rupa. Nah dari situ kita kumpulkan, tapi belum terbentuk KPJ,” katanya.
Ia bercerita, awal mula KPJ terbentuk yakni di tahun 1996, yang mana saat itu dirinya mendapatkan informasi dari media cetak, bahwa ada suatu acara yang dihadiri para seniman dan musisi terkenal seperti Iwan Fals, dan KPJ Seluruh Indonesia di Danau Talanca, Kecamatan Malimping.











