Kata dia, untuk mengangkat tujuh ribu orang tenaga honorer maka dibutuhkan anggaran sekira Rp300 miliar. “Berarti nyaris tidak berjalan pembangunan. Ini merupakan salah satu solusi. Tinggal kita berikan masukan itu kepada pemerintah pusat,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, batas waktu untuk penghapusan tenaga honorer harus ada toleransi. “Setuju saya, saya kunci tidak menerima TKS per hari ini. Tapi sembilan ribu TKS yang ada saat ini bersuara untuk diperjuangkan nasibnya. Itu juga mohon bapak (Penjabat Gubernur Banten-red) sampaikan ke pemerintah pusat,” ujar Irna.
Selain itu, Irna juga menyinggung alokasi anggaran untuk PPPK dan CASN. Tahun 2021 lalu ia senang karena Pandeglang mendapatkan kuota PPPK paling banyak. “Usulan kami ke KemenPAN-RB dapat lima ribu kuota. Kami tepuk tangan dan memperjuangkan TKS dan TKK kami,” tuturnya.
Namun ternyata ketika diangkat menjadi PPPK, anggaran untuk penggajian dibebankan ke pemerintah daerah. “Hal-hal tersebut menjadi dilematis bagi kami. Setelah tsunami ditambah pandemi Covid-19 dua tahun,” lirih Irna.
Menanggapi hal itu, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, Pemprov Banten sedang dalam agenda penuh untuk mencari solusi terkait persoalan tenaga honorer. Beberapa pemikiran telah muncul dan diekstraksi untuk diformulasikan dalam kebijakan yang nanti disampaikan bersama dalam berbagai kesempatan, baik itu oleh Bupati/Walikota atau dirinya sebagai Penjabat Gubernur. “Tentu kita berpikir yang terbaik bagi kita semua karena saudara-saudara kit aitu juga yang sudah mendedikasikan diri dalam waktu yang cukup telah berkontribusi baik secara administratif maupun fisik kepada agenda pemerintah,” ujarnya.
Kata dia, usulan yang menguat adalah merevisi aturan pemerintah. Kemudian beberapa formulasi teknis lainnya. Tenaga medis dan guru ada formula PPPK, sedangkan sopir, tenaga kebersihan, dan sejenisnya dengan skema outsourcing yang sudah berjalan seperti selama ini melalui perantara pihak ketiga.
“Yang kita pikirkan secara teknis adalah tenaga administratif,” ujar Al. Ia mengatakan, ada beberapa pendekatan yang disampaikan, misalnya dengan teknik computer supply. (nna/air)











