Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi sekarang ini hampir ditentukan 50 persen oleh konsumsi rumah tangga, sehingga didorong masyarakat agar ada transaksi dengan baik. Selain itu juga didorong peningkatan UMKM agar tumbuh di masyarakat. Sebab, ekonomi tumbuh karena adanya UMKM.
“Apalagi saat ini penjualan online UMKM tertinggi di Indonesia sementara penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) Banten menempati peringkat kedua setelah DKI Jakarta,” pungkasnya.
Sedangkan Ketua Program Studi Akuntansi FEB Untirta Ahmadi mendukung kebijakan pemprov untuk mengembangkan perekonomian berkelanjutan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi hendaknya mempertimbangkan kelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi itu sendiri.
“Dengan ekonomi hijau, Banten menjadi provinsi yang ramah terhadap investasi,” katanya.
Ia melanjutkan, hampir 90 persen industri di Indonesia masih tergantung impor bahan baku dan tersandera mata uang asing untuk pembayarannya.
“Untuk mendukung keberlangsungan dan mengurangi ketergantungan pada mata uang tertentu, khususnya dolar digunakan LCS (Local Currency Settlement) untuk memelihara hubungan dan keberlangsungan hubungan dagang,” tegas Ahmadi. (den/alt)











