SEPATAN, RADARBANTEN.CO.ID – Kurangnya keberadaan sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) di wilayah Utara, Kabupaten Tangerang membuat warga yang ingin bersekolah harus gigit jari. Ini lantaran, jumlah SMKN yang ada di wilayah tersebut cuma ada dua, dan berbanding terbalik dengan jumlah lulusan SMP sederajat dan peminat.
Tokoh Masyarakat Pantura, Mochamad Jembar mengatakan, masyarakat yang ingin anaknya melanjutkan ke jenjang sekolah lanjutan dari SMP ke jenjang SMKN ini sangat banyak. Namun sayangnya sarana dan prasarana yang ada di Kabupaten Tangerang wilayah Utara minim sekali.
“Daerah pantura ini hanya memiliki dua SMKN saja, yaitu SMKN 2 Kabupaten Tangerang yang berada di Kecamatan Sepatan dan SMKN 10 yang ada di Teluknaga,” katanya, Senin (27/06).
Menurutnya, Seperti wilayah Kecamatan Pakuhaji, Sepatan Timur, Sukadiri, Rajeg dan Kecamatan Pasar Kemis belum ada SMKN di wilayah tersebut.
“Ini tentunya menjadi peran Dinas Pendidikan Provinsi Banten, atau KCD Pendidikan yang ada di Kabupaten Tangerang. Apakah mereka tidak melihat itu, dan rasanya suatu kemunduran bagi dunia pendidikan tingkat menengah kejuruan,” ujarnya.
Jembar menambahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten harus mengevaluasi minimnya SMKN yang ada di Kabupaten Tangerang wilayah Utara.
“Karena kebutuhan wilayah menjadi prioritas membangun sekolah baru. Dindik Banten harus menganalisa lulusan SMP Sederajat di Kabupaten Tangerang dengan kondisi wilayah yang berbeda,” tukasnya
Senada dikatakan Ketua Karang Taruna Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Herdiansyah. Pihaknya mengaku akan mendorong agar pembangunan SMKN di Kecamatan Kosambi bisa terwujud.
“SMKN ini merupakan kebutuhan di Kecamatan Kosambi yang saat ini memang belum ada, dan ke depannya akan saya agendakan untuk bisa didiskusikan bersama,” ujarnya. (mul/air)











