Selain perawatan rambut, Anne mengatakan, meni pedi juga banyak digandrungi pelanggannya, mulai dari anak-anak, remaja, hingga wanita dewasa. Untuk treatment meni pedi, waktu pengerjaannya bisa mencapai dua jam. Biayanya juga cukup terjangkau, yakni Rp55 ribu untuk meni dan Rp75 ribu untuk pedi. Dalam sehari, pelanggan yang melakukan perawatan meni pedi mencapai 10 sampai 15 orang.
Sementara itu, Pemilik House of Keys, Intan Dwi Shinta menyediakan layanan nail art bagi para pelanggannya sejak 2018 sebelum booming di Kota Serang. Ia menyediakan terapis khusus bagi para pelanggan yang ingin menghias kukunya.
Ia mengaku saat ini pelanggan yang ingin menghias kuku pun semakin banyak, mulai dari anak-anak sampai ibu-ibu muda. “Semua kalangan sih,” tuturnya.
Selain mempercantik kuku, Intan juga mengatakan, nail art mempunyai kelebihan yakni tahan lama hingga sekira satu bulan. Dengan begitu, gambar-gambar lucu yang ada di kuku dapat tahan lebih lama dibandingkan hanya diberi kutek saja.
Untuk pengerjaan nail art di kuku tangan saja, waktu yang dibutuhkan kurang lebih satu jam karena prosesnya benar-benar detail. Sebelum dihias, kuku dibersihkan terlebih dahulu dengan mengambil kutikula dan membentuk kuku sesuai keinginan pelanggan.
Harga perawatan nail art juga beragam. Di salonnya sendiri, perawatan nail art mulai dari Rp150 ribu. “Harga segitu untuk kuku cantik selama satu bulan. Tidak mudah kelupas juga,” ujarnya.
Kini, tak hanya salon saja yang menyediakan perawatan kuku. Saat ini mulai bermunculan juga home care atau perawatan seperti salon yang dilakukan di rumah pelanggannya. May Sabil misalnya. Setelah berhenti dari salon tempatnya bekerja, ia mulai menekuni home care. Perawatan meni pedi termasuk salah satu yang digandrungi.
“Kalau ada pelanggan yang malas ke salon, bisa home care karena kan waktu pengerjaan meni pedi lumayan agak lama,” ujarnya.
Ia mengaku perawatan meni pedi bisa memakan waktu 1,5 jam sampai dua jam. Harga meni pedi untuk pelayanan home carenya sekira Rp150 ribu. (nna/air)











