SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemprov Banten bakal membuka 14 SMA Terbuka di Banten. Agar dapat diterapkan, Pemprov pun mengalokasikan anggaran sekira Rp8,5 miliar untuk SMA Terbuka.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Rina Dewiyanti mengungkapkan, untuk penanggaran SMA Terbuka sudah dianggarkan sebesar Rp8,5 miliar pada rancangan Perubahan RKPD 2022. “Total anggarannya Rp8,5 miliar untuk bantuan pulsa kepada para siswa dan diberikan kepada sekolah terbuka,” ujar Rina melalui telepon seluler, Kamis (14/7).
Meskipun tahun ajaran baru bakal dilaksanakan pekan depan, tetapi mantan Kepala BPKAD Kabupaten Lebak ini mengatakan, penganggaran tentu mengikuti jadwal Perubahan APBD.
Sementara itu, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap PPDB tingkat SMA/SMK yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu. “Kemarin kita tutup. Berdasarkan aturan itu ada ruanh untuk melakukan evaluasi,” ujarnya.
Kata dia, berdasarkan evaluasi sementara, ternyata di sekolah negeri ada juga yang peminatnya rendah. Untuk itu, diberikan ruang untuk meratakan kepada sekolah lainnya. “Kan ada SMA yang rombelnya masih ada. Nah ini juga masalah, cuma namanya masyarakat mereka punya pilihan sendiri terhadap ruang untuk berbgaai pertimbangan,” tutur Al.
Selain menyediakan ruang di SMA negeri yang masih tersedia rombelnya, ia juga mengatakan, Pemprov membuka 14 SMA Terbuka. Nantinya masyarakat bisa memilih apakah ingin bersekolah di SMA Terbuka atau tidak.











