Tahun ini, lanjutnya, pandemi Covid-19 melandai. Hal itu bisa menumbuhkan ekonomi yang lebih bagus lagi. “Kita lihat, indikator kemiskinan dan pengangguran turun terus investasi naik,” ungkapnya.
Sementara untuk capaian pilar tata kelola yang masih 33 persen, ia mengaku hal itu lantaran Pemprov Banten baru mengakhiri dokumen rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2017-2022. Sementara kini rencana pembangunan Banten mengacu pada rencana pembangunan daerah (RPD). “Visinya dari RPJPD (rencana pembangunan jangka panjang daerah-red). Mudah-mudahan lebih fokus,” tuturnya.
Ia menegaskan, ada sejumlah program yang dicanangkan untuk bisa mengejar capaian indikator yang belum terealisasi. Untuk pilar ekonomi, pihaknya akan mengoptimalkan investasi mengingat Banten memiliki sumber daya alam yang melimpah. “Didorong ketersediaan, listrik. Banten kan surplus, menyamankan pelaku bisnis. Kemudian air industri, Pak Gub menyelesaikan Waduk Sindangheula dan Karian, mudah-mudahan ke depan agar airnya bisa dimanfaatkan oleh mendorong ke industri dan rumah tangga,” terang Mahdani.
Dari sisi administrasi perizinan, kini Banten juga sudah menyelesaikannya. Seluruh perizinan kini bisa dilayani secara daring atau pemohon cukup dengan mengunggah berkas yang dipersyaratkan. Hal itu sudah berlaku se-Indonesia, sehingga tidak ada perbedaan Banten dengan daerah lainnya seperti Medan dan Jawa Timur.
Tak hanya sampai disitu, saat ini pembangunan infrastruktur pun diarahkan untuk pendukung ekonomi. Pemprov tak lagi berkutat pada pemerataan infrastruktur lantaran hal tersebut sudah mampu diselesaikan.
Kata dia, adanya kawasan sport center dapat mengdongkrak potensi ekonomi. Untuk itu, Pemprov akan lakukan pelebaran jalan mulai dari perempatan Palima ke Boru. “Mem-backup Tol Serang-Panimbang, dari perempatan Boru ke Cikeusal agar akses tol ke sini. Membuka ruas lingkar selatan di Kota Serang,” ungkapnya. (nna/nda)











