LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak akan menerjunkan tim penanggulangan hama penyakit lahan persawahan (brigade alsintan). Hal tersebut dilakukan, untuk meningkatkan produksi padi dan ketahanan pangan di daerah yang dipimpin Bupati Iti Octavia Jayabaya.
“Ya, kita akan terjunkan tim penanggulangan hama di mana saat ini padi milik petani rata-rata telah memasuki masa tanam 30 sampai 60 hari. Tim ini akan bertugas untuk menanggulangi serangan hama di areal persawahan padi,” ujar Kepala Distan Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar kepada Radar Banten, Senin (1/8).
Dia mengatakan, pekan kemarin pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengamatan di area persawahan. Bila ditemukan adanya serangan hama pihaknya langsung melakukan pengendalian.
Diharapkan, dengan keberadaan tim tersebut, angka gagal panen tanaman padi musim tanam tahun ini bisa ditekan semaksimal mungkin. Sehingga, tim ini mampu mengoptimalkan produksi padi dan ketahanan pangan di Lebak.
“Tim pembasmi hama ini nantinya bekerja langsung ke lapangan saat menerima laporan adanya serangan hama di areal persawahan dengan dilengkapi sarana dan prasana, seperti, obat-obatan dan alat pembasmi,” jelasnya.
Dia mengatakan, Kabupaten Lebak memiliki luas 304.472 Ha terdiri dari lahan sawah seluas 47.760 Ha dan lahan darat seluas 256.711,8 Ha. Dari lahan seluas itu sebagian besar adalah kawasan perdesaan yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencarian sebagai petani.
“Alhamdulillah, produksi padi setiap tahunnya selalu surplus. Produksi beras setiap tahun rata ratanya mencapai sebanyak 707.500 ton. Sementara kebutuhan beras penduduk Lebak sebesar 147.428 ton per hari,” katanya.
Asda II Pemkab Lebak Ajis Suhendi mengatakan, produksi padi di Kabupaten Lebak masih sangat potensial untuk terus ditingkatkan baik melalui strategi peningkatan produktivitas maupun melalui strategi peningkatan indeks pertanaman (IP).
“Strategi pertama meningkatkan produktivitas beras melalui peningkatan produktivitas masih sangat berpeluang besar dilakukan, dimana rata-rata produktivitas aktual hasil panen petani baru mencapai 5,6 tok GKP/Ha. Sementara hasil demplot atau kaji terap 8-9 ton GKP/Ha. Artinya apabila didukung. Oleh komponen tekhnologi yang tepat dan pendampingan yang intensif, produktivitas padi masih dapat ditingkatkan,” paparnya. *
Reporter: Nurabidin










