LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah anak sekolah di Kampung Cuping, Desa Haur Gajrug, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak terpaksa harus menyebrangi aliran Sungai Ciberang menggunakan rakit saat berangkat dan pulang sekolah.
Hal itu karena, jembatan gantung yang menghubungkan Kampung mereka dan Kampung Nagerang tidak bisa dilalui karena tali seling jembatan putus.
Salah satu anak, Iroh mengatakan, dirinya dan teman-temannya bersekolah di SD Negeri 2 Haur Gajrug yang berada di Kampung Nagerang, seberang kampungnya.
“Sekolah saya ada di sebrang sungai Pak, jadi karena jembatannya rusak sekarang terpaksa harus pakai rakit,” kata Iroh kepada Radar Banten, Selasa 2 Agustus 2022.
Walaupun merasa takut, Iroh mengaku tidak memiliki pilihan lain. Menggunakan rakit merupakan akses terdekat menuju sekolahnya.
“Takut Pak, air nya juga dalam kan. Tapi mau gimana lagi Pak, kalau lewat jalan lain muter jauh,” katanya.

Jembatan tersebut rusak bulan lalu, karena tali baja jembatan putus. Pada saat kejadian ada seorang warga yang jatuh saat mengendarai motor ke dalam Sungai Ciberang.
Kepala Desa Haur Gajrung Hasan Ferry mengatakan, jembatan itu rusak akibat tali seling jembatan yang putus pada hari Kamis (28/7/2022). Saat kejadian, terdapat seorang warga yang sedang melintasi jembatan itu.
“Saat kejadian ada warga yang jatuh. Ia warga Kampung Nanggerang, yang hendak ke Kampung Cuping. Tapi alhamdulillah selamat, hanya mengalami luka pada bagian kepalanya saja,” katanya.
Ferry mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak BPBD dan DPUPR Lebak untuk melakukan perbaikan pada jembatan yang memiliki panjang 60 meter dan lebar 3 meter itu.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Aas Arbi











