SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Komandan Korem (Danrem) 064/Maulana Yusuf, Daru Cahyadi Soeprapto, meninjau langsung pelaksanaan Program Jembatan Perintis berupa pembangunan jembatan gantung di Kampung Mayak, Desa Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Jumat, 23 Januari 2026.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi akses vital masyarakat menuju area persawahan, pasar, serta fasilitas pendidikan.
Sebelumnya, wilayah tersebut memiliki jembatan beton selebar sekitar 1,5 meter yang dibangun pada 2011. Namun, jembatan tersebut roboh akibat banjir besar pada 2015.
Sejak kejadian itu, warga terpaksa menggunakan jembatan bambu darurat sebagai sarana penyeberangan. Kondisi tersebut dinilai rawan karena jembatan kerap hanyut saat debit Sungai Ciwaka meningkat, terutama pada musim hujan.
Jembatan yang kini dibangun merupakan jembatan gantung dengan bentang sekitar 25 meter dan lebar 2 meter. Jembatan ini menghubungkan Kampung Mayak dengan Kampung Pasar Tegal dan menjadi akses utama aktivitas warga.
Keberadaan jembatan gantung tersebut diharapkan dapat menunjang mobilitas sekitar 200 kepala keluarga, sekaligus memperlancar kegiatan ekonomi, sosial, dan pendidikan masyarakat setempat.
Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari Program Jembatan Perintis Garuda TNI Angkatan Darat, yang difokuskan pada wilayah dengan keterbatasan infrastruktur serta daerah terdampak bencana alam. Program tersebut bertujuan memperkuat konektivitas antarwilayah pedesaan agar aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih aman dan efisien.
Dalam peninjauan itu, Danrem 064/Maulana Yusuf turut didampingi Komandan Kodim (Dandim) 0602/Serang serta unsur kewilayahan terkait.
Danrem berharap pembangunan jembatan gantung di Desa Baros dapat segera rampung dan memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Serang.*
Editor : Krisna Widi Aria











