PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Kabupaten Pandeglang diguncang gempa bumi Magnitudo 5,1 Skala Richter, Jumat 5 Agustus 2022 sekira pukul 16.23 WIB.
Berdasarkan informasi dari BMKG pusat gempa bumi berada pada jarak 140 kilometer Barat Daya Sumur, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang pada kedalaman 10 kilometer.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang Rahmat Zultika membenarkan telah terjadi gempa bumi berpusat di Sumur.
“Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,1 Skala Richter. Tidak berpotensi tsunami,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat (5/8).
Berdasarkan informasi dari BMKG bahwa pusat gempa bumi berada di 140 kilometer Barat Daya Sumur. Berada pada ke dalaman 10 meter.
“Untuk sementara ini kita belum menerima laporan adanya kerusakan. Masyarakat diminta tetap tenang tidak harus panik tapi tetap waspada akan adanya gempa susulan,” katanya.
Gempa susulan terjadi pada pukul 18.29 WIB. Pada jarak 38 kilometer Barat Daya Sumur di kedalaman 18 kilometer.
“Gempa susulan tidak berpotensi tsunami. Selain gempa dalam beberapa hari ini Gunung Anak Krakatau juga mengalami erupsi,” katanya.
Berdasarkan informasi dari Kementerian ESDM, memasuki bulan Agustus 2022 Gunung Anak Krakatau telah mengalami 15 kali letusan. Diantaranya 10 kali pada tanggal 2 Agustus, 4 kali pada tanggal 3 Agustus dan 1 kali pada tanggal 5 Agustus.
“Hingga saat ini status keaktifan Gunung Anak Krakatau berada pada level 3 (SIAGA) dengan jarak bahaya pada radius lima kilometer dari kawah aktif. Dimohon kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas disekitarnya,” katanya.

Ketua RT 03 RW 04 Kampung Ketapang, Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur, Ruyadinata mengaku, dirinya tidak merasakan adanya gempa.
“Saya tidak merasakan adanya getaran gempa. Jadinya tidak tahu kalau ternyata ada gempa,” katanya.
Kalau kaitan gempa bumi memang warga sudah terbiasa menghadapinya. Semoga saja tidak ada gempa susulan lebih besar.
“Kalau warga masih menjalankan aktivitas seperti biasa. Karena memang gempa terjadi tidak terasa dan tidak sampai menimbulkan kerusakan,” katanya.
Sementara itu, Kaur Kesra (Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat) Desa Parungkokosan, Kecamatan Cikeusik mengatakan, kalau dirinya mendapat informasi adanya gempa bumi. Namun tidak merasakan guncangannya. “Tidak terasa ada gempa,” katanya.
Reporter: Purnama











