RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) rupanya belum maksimal menangani persoalan sanitasi di Kota Tangsel.
Dalam upayanya, Pemkot Tangsel mengandalkan bantuan keuangan dari Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan. Bantuan CSR ini dikelola oleh Tim Fasilitasi CSR Kota Tangsel.
Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengaku, penanganan sanitasi bukan perkara mudah. Menurutnya, persoalan ini tidak hanya sebatas melakukan pembangunan fisik berupa pembuatan septik-tank saja, namun juga upaya merubah kebiasaan warga yang masih terbiasa membuang kotoran di kali atau empang.
“Melalui program CSR, pelan-pelanlah, karena bukan soal membangun fisik tapi juga membudayakan masyarakat untuk hidup bersih dan sehat,” ujarnya saat menghadiri Hari Veteran Nasional yang diadakan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di GOR Ciputat, Rabu 10 Agustus 2022.
Lebih jauh Benyamin mengatakan, bahwa Dinas Kesehatan Kota Tangsel juga terus melakukan upaya sosialisasi kepada warga yang masih biasa membuang kotoran di empang. “Nah, ini yang terus kita beri pemahaman,” jelasnya.
Ketika ditanya apakah akan membuat program pembangunan septic tank pada tahun depan, Benyamin enggan menjawab. “Itu saja ya,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 1500 warga Kota Tangsel masih belum memiliki sanitasi yang baik dan sehat. Mereka belum memiliki septic tank. Bantuan septic tank datang melalui program CSR yang dikelola Tim Fasilitasi CSR Kota Tangsel.











