SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Wali Kota Serang, Budi Rustandi akan fokus untuk mengurangi kawasan kumuh. Berdasarkan data dari Dinas Perumahan dan Pemukiman (DPKP) Kota Serang, masih terdapat 142,74 hektare kawasan kumuh di Kota Serang.
Meski demikian, kawasan kumuh di Kota Serang masih masuk ke dalam kategori ringan.
Terdapat sejumlah indikator yang digunakan dalam penilaian kawasan kumuh. Di antaranya kondisi jalan lingkungan, drainase, akses air bersih, sanitasi, pengelolaan sampah, keteraturan bangunan rumah, hingga penerangan jalan umum.
Saat ini, Pemkot Serang tengah melakukan perbaikan jalan hingga penerangan jalan umum di sejumlah titik.
Budi mengatakan, keterbatasan anggaran daerah membuat pemerintah harus menyusun program pembangunan berdasarkan prioritas kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, dukungan CSR dari pihak swasta menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat penataan lingkungan permukiman kumuh di Kota Serang.
“Karena anggaran terbatas, jadi kita susun skala prioritas. Kita coba melalui CSR,” kata Budi, Sabtu 16 Mei 2026.
Budi mengungkapkan, Pemkot Serang berencana melakukan penataan kawasan kumuh secara bertahap, salah satunya di Kampung Margaluyu yang diproyeksikan menjadi kawasan percontohan pada 2027.
“Nanti percobaan di 2027 di Kampung Margaluyu, kita coba menjadi kampung yang bersih,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep CSR yang dimaksud bukan berupa penyerahan uang kepada pemerintah daerah, melainkan perusahaan langsung membangun fasilitas maupun infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
“CSR itu bukan dikasih uang ke pemerintah lalu kita yang bangun. Bukan begitu, mereka yang bangun langsung,” jelasnya.
Pemkot Serang, lanjut Budi, hanya menerima hasil pembangunan atau hibah fisik dari program CSR tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
“Kita siap menerima hibah fisiknya saja. Kadang-kadang masyarakat salah paham,” katanya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi








