LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kabupaten (Dinkes) Lebak mencatat terdapat 27.4 persen atau sekitar 27.674 anak di Kabupaten Lebak mengalami gangguan pertumbuhan alias Stunting. Jumlah itu berdasarkan data dari hasil riset yang dilakukan oleh Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) di tahun 2021.
Menanggapi hal itu, Kodim 0603/Lebak langsung bergerak cepat dengan menggelar penyuluhan tentang bahaya dan cara mencegah stunting. Penyuluhan itu dilakukan oleh Kodim 0603/Lebak di Aula Kantor Desa Cileles, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Kamis, 18 Agustus 2022.
Dandim 0603/Lebak Letkol Arh Erik Novianto mengatakan, penyuluhan itu dilakukan disela-sela kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 114. Dalam penyuluhan ini, pihaknya bekerja sama dengan Dinkes Lebak.
“Hari ini kita bekerja sama dengan Dinkes Lebak untuk melakukan penyuluhan kesehatan berupa pencegahan stunting kepada warga Desa Cileles,” kata Dandim.
Katanya, persoalan stunting sendiri memerlukan kerja sama seluruh pihak termasuk masyarakat sendiri. Karena, stunting sendiri biasanya disebabkan oleh kurangnya pemenuhan gizi di 1.000 hari kehidupan si anak.
“Dalam rangkaian kegiatan TMMD selain kita melaksanakan pembangunan jalan, kita juga ingin membantu pemerintah daerah dalam menekan angka stunting tersebut,” imbuhnya.
Elis Lisnawati dari Dinkes Lebak mengatakan, untuk menekan kasus stunting itu sektornya tidak hanya soal gizi melainkan dari lingkungannya juga bisa. Oleh karenanya, dalam hal ini harus dilakukan semua elemen.
“Kasus stunting ini bukan perihal gizi saja, tapi juga ada faktor lingkungan dan faktor khusus lainnya seperti kesehatan ibu hamil, jarak waktu hamil dan faktor-faktor lainnya. Makanya ini merupakan masalah serius yang harus ditindaklanjuti secara serius oleh seluruh OPD di Lebak,” jelasnya.
Reporter: Yusuf Permana











