SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Warga Banten dan khususnya warga Serang pasti tahu makanan khas yang satu ini, bontot.
Radar Banten mengunjungi rumah produksi Bontot di Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang pada Jumat 19 Agustus 2022.
Rumah produksi bontot milik Pak Asmawi ini sudah menjalankan usaha sejak puluhan tahun lalu bersama istrinya. Namun semenjak sang istri jatuh sakit, kini Asmawi lah yang mengolah sendiri makanan berstektur kenyal, gurih dan harum aroma ikan ini.
Bontot sendiri merupakan olahan makanan tradisional berbahan dasar ikan payus dan ikan bulan-bulan. Bontot memiliki cita rasa yang khas dan legit. Bentuknya seperti pempek lenjer.
Bontot memiliki tekstur yang kenyal, berwarna putih pucat dengan ukuran panjang.
Asmawi mengatakan, untuk membuat bontot hanya bisa menggunakan ikan payus dan ikan bulan-bulan, karena kedua jenis ikan ini memiliki tekstur daging yang mampu mengembang dan lekat ketika diolah.

“Kalau pakai daging ikan bandeng, nanti bontotnya enggak ngembang dan lekat, malah hancur,” kata Asmawi sembari mengecek rebusan bontot di dapur produksinya.
Proses pembuatan bontot ini, lanjut Asmawi, bagian ikan yang diambil hanya dagingnya saja, kemudian dicampurkan dengan tepung tapioka.
“Cara campurannya itu satu banding dua. Kalau satu kilogram ikan berarti dua kilogram tepung tapioka terakhir ditambah sedikit bumbu dasar,” ujarnya.
Setalah semuanya tercampur dengan rata kemudian dicetak memanjang dengan ukuran kurang lebih sepuluh centimeter dan berat lima ons.
“Kemudian direbus dengan waktu sekitar 30 menit, itu sudah matang,” ujarnya.
Asmawi mengatakan dia menjual per satu bontot dengan harga Rp 10 ribu untuk ukuran standar. Ada pula ukuran yang lebih besar dijual dengan harga Rp15 ribu. *
Reporter: Daru Pamungkas












