SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten semakin mengepakkan sayap untuk go international.Dekan FEBI Dr Nihayatul Maskuroh melepas lima mahasiswanya untuk mengikuti Asia Student Mobility and Digital Appreciate program di lima negara yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Australia pada 14 Agustus – 12 September 2022.
Rektor UIN SMH Banten Prof Wawan Wahyuddin mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan Asia Student Mobility and Digital Apprentice Program yang dilakukan oleh FEBI.
“Kebahagiaan menyertai kita UIN SMH Banten bisa banyak membuka kerja sama salah satunya dengan Gaido Group dan UIN Surakarta ini dalam hal student mobility yang memang hal ini membanggakan karena kerja sama ini tidak hanya nasional, tetapi juga internasional,” katanya saat memberikan sambutan, Senin (22/8/2022)
Rektor mengaku dengan kerja sama nasional dan internasional, UIN SMH Banten akan menuju world class university. “Hal ini sangat membanggakan karena hal ini bertujuan untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta dalam rangka menuju world class university,” ucapnya.
Selain itu, Rektor juga mengingatkan tantangan ke depan adalah kualitas pendidikan yang perlu ditingkatkan. Salah satunya dengan cara bekerja sama dan berkolaborasi dalam upaya untuk peningkatan kualitas pendidikan.
“Berhubungan dengan kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka perlu kita terapkan dengan sesuai fungsi pendidikan yaitu pertama sebagai fungsi pengetahuan, penanaman kepribadian, dan penanaman cinta tanah liar,” terangnya
Dekan FEBI Nihayatul Maskuroh menjelaskan, Asia Student Mobility ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh FEBI. Sebelumnya sudah dilakukan di dua negara yaitu Thailand dan Malaysia. Sedangkan pada tahun 2022 ini akan ke lima negara yaitu Thailand, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, dan Australia.
“Pada tahun ini kita gandeng Gaido Group dengan salah satu programnya adalah pertukaran Asia dengan lima negara Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Australia, dan Thailand,” jelasnya.
Menurutnya kegiatan ini penting dilakukan karena merujuk pada kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang di mana mahasiswa akan melakukan magang atau mendapatkan pelajaran di luar kelas.
“Karena ada kurikulum MBKM kita melakukan mahasiswa agar magang di dunia industri khusus di bidang ekonomi baik entrepreneurship ataupun lainnya,” ujarnya.
Selain itu, Nihayatul Maskuroh menerangkan, kerja sama ini merupakan pertama kali dilakukan berkolaborasi dengan UIN Surakarta dalam hal students mobility.
“Ke depan diharapkan bisa meluas lagi. Tidak hanya bekerja sama dengan universitas di dalam negeri tetapi juga bisa luar negeri dan kedepan tidak hanya pertukaran mahasiswa juga bisa pertukaran dosen dan juga sebaliknya. Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar,” pungkasnya. *
Editor: Aas Arbi











