Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Feby Rizky Pratama mengatakan, berdasarkan pemetaan BPBD Kabupaten Lebak, sebagian besar wilayah di Kabupaten Lebak rawan terjadi bencana banjir dan tanah longsor. Yakni, Kecamatan Rangkasbitung, Kalanganyar, Cimarga, Cibadak, Cileles, Malingping, Wanasalam, Panggrangan, Bayah, Sobang, Cigemblong, Banjarsari Muncang, Cilograng dan Gunungkencana.
Sedangkan ke-19 daerah tanah longsor yakni, Rangkasbitung, Cibadak, Kalanganyar, Cipanas, Lebakgedong, Muncang, Sobang, Leuwidamar, Cimarga, Bojongmanik, Cirinten, Cikulur, Cileles, Cihara, Panggarangan, Bayah, Cibeber dan Cilograng.
“Saya telah perintahkan kepada seluruh Camat untuk selalu memonitor wilayahnya, khususnya di daerah titik rawan bencana seperti banjir dan tanah longsor, serta langsung menginformasikan kepada Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) bila terjadi bencana. Sehingga, bisa dengan cepat diberikan bantuan,” ujarnya.
Terpisah Wakil Ketua DPRD Lebak Uciy Mashuri Sajim menyatakan, keterbatasan anggaran membuat Pemkab Lebak tidak bisa mengalokasikan dana besar untuk penanganan bencana alam. Untuk itu, dia meminta kepada Pemprov Banten dan pemerintah pusat agar berpartisipasi dalam penanganan bencana alam di wilayah Lebak. Apalagi, sudah ditetapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) sebagai kabupaten rawan bencana.
“Iya, anggaran BTT di APBD Lebak naik dibandingkan tahun lalu. Kita belum bisa mengalokasikan anggaran yang cukup besar mengingat keuangan yang cukup terbatas,” ujarnya.
Politisi Demokrat ini mengatakan, Bupati punya komitmen yang besar dalam penanggulangan bencana alam. Namun demikian, Ucuy mengajak kepada masyarakat Lebak dan Banten untuk pro aktif membantu masyarakat yang jadi korban bencana di berbagai daerah di Kabupaten Lebak.
“Sejauh ini kami menilai Pemkab sudah cukup proaktif menangani musibah bencana alam yang terjadi di Lebak,” tukasnya.
Reporter: Nurabidin
Editor: Aas Arbi











