PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Unsur Muspika bersama warga dan pengusaha, bergotong-royong menambal jalan berlubang di ruas Jalan Raya Nasional Ujung Kulon, tepatnya Ruas Sumberjaya-Taman Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.
Gotong royong penambalan jalan berlubang dilakukan pada titik terparah pada ruas Sumberjaya-Ujung Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, kurang lebih sepanjang 12 kilometer.
“Ia sekarang ini lagi dilaksanakan gotong-royong perbaikan jalan. Dengan cara menambal jalan berlubang (rusak parah) dengan menggunakan material batu,” kata Camat Sumur Wawan Setiawan kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin (12/9).
Gotong royong kali ini merupakan kedua kali. Pertama kali itu sudah dilakukan penambalan dengan menelan anggaran Rp50 juta.
“Anggaran itu hasil patungan warga, pengusaha dan stakeholder. Yang dilakukan secara sukarela,” katanya.
Total jumlah anggaran patungan yang sudah terkumpul sebanyak 180 juta. Tahap pertama Rp50 juta dan sisanya diserap untuk pelaksanaan pengerjaan gotong royong tahap kedua.
“Patungan perbaikan jalan ini merupakan hasil inisiasi melihat kondisi jalan di tengah keterbatasan anggaran APBD Kabupaten Pandeglang. Kan tidak mencukupi,” katanya.

Pada tahun kemarin Kecamatan Sumur mendapatkan proyek betonisasi melalui program Jakamantul itu sepanjang 700 meter. Namun masih ada sisa sekitar 12 kilometer lagi.
“Jadi saya menginisiasi mengumpulkan masyarakat, waktu bulan Februari lalu bersama para pengusaha dan stakeholder punya kepentingan membentuk kepanitiaan. Saya menginisiasi sementara kepanitiaan pengumpulan uang patungan oleh mereka,” katanya.
Selanjutnya, proses penyerapan uang patungan untuk biaya penambalan jalan rusak dilakukan melalui proses lelang. Jadi dilelang oleh pihak panitia.
“Dengan titik pengerjaan penambalan pada titik terparah dari Sumberjaya-Ujung Jaya. Harapan saya ke depan anggaran ini tidak akan habis karena ketika habis temen-temen bisa ngisi lagi, ini bukan hanya penambalan pengurukan saja tapi juga dipadatkan,” katanya.
Total material batu digunakan untuk melakukan penambalan jalan sebanyak 1.732 kubik material batu. Dengan jumlah operasional kendaraan dum truk sebanyak 433 rit.
“Alhamdulillah hasil dari gotong-royong jalan berlubang parah dapat dilalui kendaraan. Namun itu tadi karena memang ini pengerjaan pengerasan saja sehingga perlu dilakukan penambalan secara berkala,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan











