RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, menghadiri kegiatan sosialisasi siaga banjir yang diselenggarakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) di Hotel Maxone Anyer, Kabupaten Serang.
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan bagi masyarakat saat menghadapi bencana banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Nana Suryana mengatakan, sosialisaai tentang kebencanaan harus terus dilakulan, mengingat Provinsi Banten menjadi salah satu daerah rawan bencana.
“Sosialisasi ini sangat penting, untuk meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat, karena bencana datang secara tiba-tiba ,” kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Nana Suryana.
Menurutnya, sosialisasi ini juga untuk membentuk koordinasi yang baik antara seluruh pihak terkait kebencanaan dalam menghadapi ancaman atau dampak dari bencana.
Kasi pencegahan BPBD Provinsi Banten Sukmawijaya menyampaikan, bencana banjir merupakan bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia. Saat ini, banjir yang terjadi di beberapa wilayah tidak hanya disebut sebagai bencana alam saja, tetapi juga dapat disebut sebagai tradisi. Hal tersebut karena peristiwa tersebut terjadi secara turun-temurun, layaknya sebuah tradisi.
“Bencana banjir ini dinilai telah merugikan banyak pihak dengan jumlah kerugian yang tidak main-main. Orang selalu berpikir bahwa banjir dapat disebabkan karena adanya hujan deras saja, padahal tidak, masih banyak penyebab terjadinya banjir yang justru akibat campur tangan dari manusia itu sendiri,” ucapnya.
Lanjut Sukma, hujan menjadi faktor utama dari penyebab terjadinya bencana alam banjir, terutama hujan deras. Curah hujan tinggi yang mempunyai debit air sekitar 20-100 mm/jam atau hujan lebat yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, jelas dapat menyebabkan genangan air yang meninggi dan akhirnya banjir.
“Apabila terjadi hujan, umumnya air hujan akan mengalir di sungai karena sungai merupakan tempat pembuangan akhir dan air hujan. Namun, tidak semua sungai dapat menampung banyaknya air hujan tersebut karena endapan lumpur hingga tumpukan sampah. Jika sudah begitu, tentu saja air hujan akan meluap ke daratan dan terjadilah banjir,” tuturnya. (adv)











