LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Lebak-Pandeglang Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya melakukan motoring dan evaluasi (monev) penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM di Desa Gumuruh, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Jumat 16 September 2022.
Dalam monev itu, Hasbi memantau secara langsung penyaluran bantuan yang berasal dari Kementrian Sosial (Kemensos). Ia ingin bantuan itu bisa mencapai masyarakat kurang mampu secara tepat sasaran.
“BLT ini diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat agar tetap tinggi, nilainya memang tidak seberapa, hanya Rp600 ribu. Tapi semoga ini bisa membantu mereka yang membutuhkan,” kata Hasbi.
Di Desa Gumuruh sendiri ada 511 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) BLT BBM itu, mereka akan mendapatkan BLT sebesar Rp150 ribu selama 4 bulan. Selain itu, mereka juga mendapatkan bantuan pangan non tunai (BPNT) dan sembako. Sehingga hari ini, setiap KPM mendapatkan bantuan senilai Rp500 ribu yang terdiri dari Rp300 ribu BLT BBM, Rp200 ribu bantuan sembako.
BLT itu, kata Hasbi, diperuntukan untuk masyarakat ekonomi rendah dengan penghasilan dibawah Rp3,5 juta. BLT digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok.
“Pada momentum ini bagi kami di komisi 8 adalah untuk memberi pemahaman bahwa pemerintah akan selalu hadir dalam keadaan apapun pemerintah akan hadir terus memperhatikan warganya,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Hasbi pun meminta para Kepala Desa (Kades) di Lebak untuk selalu memperbarui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) guna memastikan bantuan yang disalurkan dapat tepat sasaran menjamah para warga yang membutuhkan. Hal itu seiring dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin.
“Kita minta kepada para Kades untuk aktif memperbarui DTKS setiap bulan, karena saya tadi saja mendengar secara langsung ada warga kurang mampu yang seharusnya mendapatkan bantuan malah tidak dapat. Hal itu tidak boleh dibiarkan,” katanya.
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Mastur










