LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Banten kembali melanjutkan Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) pada 2026.
Sebanyak 33 ruas jalan desa dengan total panjang mencapai 46 kilometer akan dibangun untuk memperkuat konektivitas dan pemerataan pembangunan di wilayah perdesaan.
Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, Pemprov Banten menyiapkan anggaran sekitar Rp164 miliar.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pembangunan jalan desa merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap berbagai fasilitas sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi.
“Ke depan, program ini akan terus dilanjutkan secara bertahap sejalan dengan komitmen Pemprov Banten untuk memperluas konektivitas hingga ke wilayah-wilayah yang masih membutuhkan akses jalan layak,” kata Andra, Jumat 2 Oktober 2026.
Menurut Andra, keberadaan infrastruktur jalan yang memadai tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat memangkas waktu tempuh dan biaya distribusi hasil pertanian.
Dengan akses jalan yang semakin baik, masyarakat desa diharapkan dapat lebih mudah menjangkau pusat ekonomi, pendidikan, kesehatan maupun fasilitas publik lainnya.
Program Bang Andra sendiri telah dilaksanakan pada 2025 dengan menuntaskan pembangunan 62 ruas jalan sepanjang 71,05 kilometer yang tersebar di lima wilayah.
Pembangunan tersebut mencakup 17 ruas sepanjang 29,63 kilometer di Kabupaten Lebak, 30 ruas sepanjang 26,71 kilometer di Kabupaten Pandeglang, delapan ruas sepanjang 9,09 kilometer di Kabupaten Serang, dua ruas sepanjang 2,01 kilometer di Kabupaten Tangerang, serta lima ruas sepanjang 4,61 kilometer di Kota Serang.
Secara keseluruhan, pembangunan 62 ruas jalan tersebut memberikan manfaat kepada 101 desa dengan jumlah penduduk mencapai 351.099 jiwa.
Infrastruktur yang dibangun juga membuka akses menuju 192 fasilitas pendidikan dan 67 fasilitas kesehatan. Selain itu, jalan tersebut mendukung akses menuju kawasan pertanian seluas 26.196 hektare dan perkebunan mencapai 12.510 hektare.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan, seluruh ruas yang masuk dalam program tahun anggaran 2025 telah rampung melalui tahapan pemeriksaan, uji kelayakan dan serah terima.
“Pada 2026, kami akan melanjutkan pembangunan 33 ruas jalan desa sepanjang 46 kilometer dengan total anggaran sekitar Rp164 miliar,” ungkap Arlan.
Andra menegaskan pembangunan jalan desa tidak sekadar berkaitan dengan infrastruktur, tetapi menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempersempit kesenjangan pembangunan antarwilayah.
“Pembangunan infrastruktur jalan desa menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan dan mengurangi disparitas antarwilayah di Provinsi Banten,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat dan pemerintah desa ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Editor: Abdul Rozak











