TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Rumah Lawan Covid (RLC) yang terletak di Tandon Ciater, Serpong, Kota Tangerang Selatan oleh Pemerintah Kota Tangsel dipermanenkan sebagai tempat isolasi penyakit menular berbahaya.
Kepala RLC dr. Suhara Manullang mengatakan, awalnya Pemkot Tangsel mendirikan RLC sebagai tempat isolasi terpusat karena memburuknya kasus Covid-19 di Kota Tangsel.
Namun, seiring melandainya kasus Covid-19 di Kota Tangsel, RLC mulai sepi pasien baru dan sejak April tahun ini tidak lagi kedatangan pasien baru.
“Instruksi Walikota RLC dijadikan permanen sebagai tempat isolasi penyakit menular berbahaya. Jadi, jika terjadi wabah lagi
RLC siap menampung pasien,” ujar Suhara, Rabu, 19 Oktober 2022.
Menurut Suhara, fasilitas yang ada saat ini di RLC juga akan dijaga dan dirawat agar kedepannya bisa dimanfaatkan ketika terjadi wabah baru.
“Seluruh fasilitas dan alat kesehatannya tetap kita jaga dan rawat. Karena semuanya bisa dimanfaatkan untuk jangka waktu yang lama,” jelasnya.
Menurut Suhara, selama dua tahun menghadapi pandemi Covid-19, pihaknya banyak mendapat pelajaran, hingga akhirnya tidak lagi gagap menghadapi situasi kritis.
Suhara menambahkan, juga ada rencana RLC dijadikan tempat wisata terpadu untuk mengedukasi masyarakat tentang wabah pandemi Covid-19.
“Karena letaknya yang asri, sejuk dan dekat dengan tandon air dan taman Jaletreng, Serpong, cocok untuk dijadikan wisata terpadu. Semuanya sedang dibicarakan,” ujarnya.
Diketahui, sejak bulan April 2022, RLC benar-benar sepi, hal itu karena sudah tidak ada lagi pasien baru yang datang untuk isolasi.
“Kita sudah tidak menerima pasien baru sejak Bulan April, karena memang kasis Covid-19 sudah sangat menurun,” ujarnya.
Kendati jumlah masyarakat terinveksi Covid-19 telah menurun, akan tetapi kasusnya tetap fluktuatif, naik turun, sehingga pihaknya tetap mensiagakan RLC.
“Yajg terinfeksi masih ada, tapi saat ini lebih banyak isolasi mandiri. Karena kalau sendirian di sini, pasiennya juga tidak betah, jadi Puskesmas yang menangani,” ujarnya.
Menurut Suhara, saat ini pihaknya juga telah memulangkan petugas medis yang selama ini bekerja menangani pasien Covid-19 ke tempat mereka semula.
“Petugas kita juga sudah kembali ke Puskesmas masing-masing. Disini tinggal sekuriti dan OB yang berjaga. Jadi saat ini penanganannya lebih diserahkan ke Puskesmas di wilayah, karena tidak membuat kegawatdaruratan, tapi tetap kita pantau, ,” ujarnya.
Reporter: Syaiful Adha.











