SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Identitas mayat yang ditemukan tinggal tulang belulang di dalam kebun warga Lingkungan Pesanggrahan, Kelurahan Walantaka, Kecamatan Walantaka, Kota Serang pada Rabu 19 Oktober 2022 lalu terungkap.
Korban diketahui bernama Joni (37) warga Kampung Babakan Pasir, Desa Malanggah, Kecamatan Tunjungteja, Kabupaten Serang.
Informasi yang diperoleh, terungkapnya identitas korban tidak lepas dari ditemukannya sebuah tas berwarna cokelat tidak jauh dari lokasi mayat ditemukan. Dari dalam tas tersebut, polisi menemukan kartu tanda penduduk (KTP).
Untuk memastikan korban adalah Joni, kepolisian memanggil keluarganya ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Banten. Pemanggilan dilakukan untuk pengumpulan data antemortem oleh tim DVI Biddokes Polda Banten dan tim Forensik RS Bhayangkara Polda Banten.
Dari hasil pengumpulan data antemortem terdapat kecocokan sehingga mayat tersebut bernama Joni. “Hasil pengumpulan data menunjukkan terdapat enam data yang sesuai berupa satu data primer dan lima data sekunder,” kata Kabid Dokkes Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Agung Widodo, Minggu, 23 Oktober 2022.
Agung menjelaskan, sesuai standar interpol minimal harus ada satu data primer atau dua data sukender yang menyatakan teridentifikasinya mayat tanpa identitas. “Sesuai standar interpol minimal satu data primer atau dua data sekunder bisa dinyatakan Mr X (mayat tanpa identitas-red) teridentifikasi,” kata Agung.
Setelah teridentifikasi, mayat dilakukan pemusalaran sebelum diserahkan kepada keluarganya. “Setelah teridentifikasi maka dilakukan pemulasaran jenazah oleh tim forensik RS Bhayangkara dan diserahkan kepada pihak keluarga korban untuk dimakamkan,” ungkap Agung.
Idris salah satu anggota keluarga korban mengucapkan terimakasih kepada tim DVI Biddokes Polda Banten dan forensik Bhayangkara yang telah melakukan identifikasi terhadap kerabatnya. Sebelumnya pihak keluarga telah membuat laporan kehilangan terhadap korban pada Jum’at (28/9) lalu di Polsek Petir.
“Kami mewakili keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak Kepolisian, tim DVI Biddokkes dan tim Forensik RS Bhayangkara yang telah mengidentifikasi almarhum,” kata Idris.
Sementara itu, Kapolsek Walantaka Inspektur Polisi Satu (Iptu) Ferry Andriatna mengaku saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus kematian korban. Ia belum dapat menyimpulkan terkait dengan penyebab kematian korban. “Saat ini masih dalam penyelidikan,” tutur Ferry.
Sebelumnya mayat tinggal tulang belulang tersebut ditemukan oleh warga bernama Abdul Mutolik. Ketika itu, Abdul sedang memotong pohon di kebun dan menemukan kerangka manusia di semak-semak. “Awalnya ditemukan oleh warga sekitar bernama Abdul Mutolik yang ketika itu menebang pohon di lokasi,” kata Ferry.
Awalnya saat di lokasi kejadian polisi tidak menemukan identitas terhadap mayat tersebut. Di lokasi polisi hanya menemukan celana jeans dan sabuk milik korban. “Korban ini mengunakan celana jeans berwarna hitam dan menggunakan sabuk warna cokelat. Ia diperkirakan sudah lama meninggal,” tutur Ferry.
Reporter : Fahmi Sa’i
Editor: M Widodo











