• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Lebak

BI Yakin UMKM Bisa Jadi Senjata Pamungkas Tangani Resesi

Redaksi by Redaksi
Senin, 31 Oktober 2022 08:43
in Lebak
0
BI Yakin UMKM Bisa Jadi Senjata Pamungkas Tangani Resesi

Deputi BI Perwakilan Banten Gunawan yakin Indonesia akan melewati resesi dengan baik.

0
SHARES
45
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Isu soal gelombang resesi yang diprediksi akan terjadi secara besar-besaran menghantam Indonesia memancing perhatian publik.

Sebab resesi yang merupakan penurunan ekonomi secara ekstrem pada suatu negara itu disebut-sebut dapat menyebabkan berbagai dampak salah satunya gelompang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran.

Bank Indonesia (BI) sebagai Bank Sentral mengakui secara internal terus membahas soal isu resesi ini.

Menurut BI, Indonesia memiliki kunci yang jadi senjata pamungkas dalam menanggani resesi. Salah satunya yaitu pertumbuhan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Deputi Kepala Perwakilan BI Banten, Gunawan mengatakan, UMKM disebut menjadi senjata pamungkas bukan tanpa alasan.

Sebab, peranan UMKM sudah terbukti manjur dalam menanggani kondisi perokonomian Indonesia pada tahun 1998. Pada tahun itu, Indonesia sendiri tengah dilanda krisis ekonomi secara besar-besaran.

“Kami yakin UMKM memiliki potensial yang sangat besar dalam menanggani era kondisi perekonomian yang lagi tidak menentu. Mungkin kita masih ingat tahun 98 krisis ekonomi yang melanda di negara-negara Asia, kan di situ UMKM lah yang menjadi penyelamat perekonomian Indonesia,” ucap Gunawan kepada Radar Banten, Minggu 30 Oktober 2022.

Gunawan mengatakan, peranan para pelaku UMKM telah membuat kondisi perokonomian di Indonesia berada di zona aman, selamat dari keterpurukan ekonomi yang saat itu juga menghantam berbagai negara lainnya di Asia.

Ia mengungkapkan alasan mengapa UMKM jadi senjata pamungkas dalam menanggani resesi.

Katanya, produk UMKM memiliki sisi penyerapan tenaga kerja lokal yang luas. Hal itu tentunya menjadi solusi ketika para perusahaan industri besar diprediksi akan melakukan PHK besar-besaran dampak resesi.

“Di masa resesi kan banyak perusahaan-perusahaan industri yang mereka turun omsetnya, yang akhirmya membuat mereka mengurangi tenaga kerjanya. Kayak kemarin saat Pandemi Covid-19, kemarin banyak perusahaan yang enggak jalan, nah mereka larinya ke mana ? ke sektor UMKM. Jadi banyak UMKM yang tumbuh saat itu,” ungkapnya.

Berdasarkan data base pasca Pandemi pertumbuhan sektor UMKM sangatlah pesat. Bahkan, sekitar 90% sektor industri di Indonesia saat ini adalah para pelaku UMKM.

“Nah ini potensi yang sangat besar untuk nanti, bisa menjadi semacam bumper kalau perekonomian secara global lagi tidak menentu, para pelaku UMKM inilah yang bisa jadi penentu,” ucapnya.

Melihat potensi besar peranan UMKM dalam menanggani krisis resesi itu, BI saat ini terus mengencarkan dan memberikan dukungan bagi para pelaku UMKM. Sebelumnya, BI sudah membagi klaster masyarakat, yaitu klaster pengendali inflasi, dan pengembangan ekonomi. Pada klaster pengendalian inflasi pihaknya mendorong agar masyarakat untuk menanam cabai dan bayang di rumah masing-masing guna mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Sementara di klaster pengembangan ekonomi, pihaknya memberikan dukungan dengan cara memberikan berbagai pelatihan pengembangan terhadap para pelaku UMKM.

Salah satu bentuknya yaitu dengan melatih para pelaku UMKM tentang branding dan packing produk.

“Tentunya kami akan memberilan pendampingan dari A sampai Z, mulai dari pendampingan peningkatan kualitas produk, branding, hingga pemasaran. Dan juga kami fasilitasi atau kami coba apa hubungkan dengan lembaga pembiayaan untuk pemodalannya,” jelasnya.

Ia berharap para pelaku UMKM khususnya di wilayah Banten bisa solid dan saling mendukung bahkan diharapkan produk UMKM lokal bisa menembus pasar internasional. Ia pun mengajak kepada masyarakat untuk terus memberikan dukungan dengan cara membeli produk UMKM lokal.

Sekertaris Dinas Koperasi dan UMKM Lebak Imam Suangsa mengaku sangat mengapresiasi dukungan dari BI terhadap para pelaku UMKM di Kabupaten Lebak, khususnya dalam hal pelatihan branding dan packing yang dilakukan pada 26 hingga 28 Oktober 2022 di Museum Multatili.

Menurutnya, pelatihan seperti itu sangatlah ditunggu-tunggu oleh para pelaku UMKM di Lebak. Sebab, Lebak yang memiliki 17 ribu lebih pelaku UMKM masih lah kurang dalam ilmu branding.

“Pelatihan branding ini memang sangat-sangat ditunggu oleh kami. Karena ini sangat berguna sekali untuk para pelaku UMKM, bagaimana sebuah UMKM dapat mempromosikan produknya itu menjadi lebih baik. Disini kita akan diajarkan bagaimana membuat branding yang lebih baik, membuat packaging lebih baik, sehingga membuat produk UMKM kita bisa next level,” kata Imam.

Ia berharap dengan pelatihan ini, para pelaku UMKM di Lebak bisa bersaing dengan UMKM lainnya dan menembus pangsa pasar nasional bahkan hingga ekspor ke luar negeri.

“Saat ini kita memiliki berbagai produk UMKM unggulan yaitu di bidang kriya dan fotografi. Di bidang kriya ini kita ada kerajinan batik yang sudah menembus pangsa Internasional. Semoga hal itu bisa menular ke pelaku UMKM lainnta,” pungkas Imam.

(Yusuf Permana)

Tags: Bank Indonesia Provinsi BantenResesiUMKM
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

LPPPM Bakomubin Pusat dan Banten Gelar Pelantikan dan Tablig Akbar

Next Post

Inilah Jagoan Kalimantan Qualifiers yang Melaju ke National Championship

Next Post
Inilah Jagoan Kalimantan Qualifiers yang Melaju ke National Championship

Inilah Jagoan Kalimantan Qualifiers yang Melaju ke National Championship

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Penemuan Pelampung dan Life Jacket, Kapolda Pastikan Bukan Milik Jurnalis yang Hilang

by Nurandi
Jumat, 11 September 2026 21:02
0

PANDEGELANG, RADARBANTEN.CO.ID- Kapolda Banten memastikan bahwa penemuan pelampung dan lige jacket di lokasi pencarian jurnalis hilang, pada Kamis 10 September...

Tuntaskan Dukungan KKM Tematik, UNBAJA Serahkan 11 Motor Honda Banten

by Eko Fajar
Jumat, 11 September 2026 21:02
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Dukungan mobilitas bagi mahasiswa Universitas Bina Bangsa (UNBAJA) selama pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik resmi dituntaskan....

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.