SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kabiddokkes Polda Banten Kombes Pol Agung Widodo diwakili Ahli Madya 2 Biddokkes Polda Banten Pembina TK. I Nurlita, dihari kedua menjadi narasumber dalam kegiatan pembinaan dan pendampingan bagi petugas penanganan Covid-19 bersama unsur kesehatan TNI-Polri yang bertempat di Dinas Kesehatan Provinsi Banten pada Rabu 23 November 2022.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Surveilans, imunisasi, dan Krisis Kesehatan (SIKK) Rian Rahmat Arianto, Perwakilan Kemenkes Epidemiolog Kesehatan Thomas, Kepala Bidang Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Rr Sulistiorini, beserta sejumlah Babinsa Korem 064/MY, Bhabinkamtibmas Polda Banten, dan tenaga kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Banten.
Dalam sosialisasinya Ahli Madya 2 Biddokkes Polda Banten Pembina TK I Nurlita mengatakan, Polri di masa pandemi bersama pemerintah pusat dan daerah terus melakukan upaya preemtif, preventif dan tindakan represif.
“Di antaranya adalah kedisiplinan melaksanakan protokol kesehatan, melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), serta melaksanakan tindakan restorasi dengan mempersiapkan medis untuk pasien Covid-19,” kata Nurlita.
Kemudian Nurlita menerangkan strategi kedepan Polri dalam penanganan Covid-19. Dengan situasi pandemi seperti ini tentunya Polri sudah bergerak cepat dengan membentuk Satgas Covid-19. “Polri juga melakukan contact tracing pasien dan melacak pelebaran virus Covid-19, serta melakukan edukasi kepada masyarakat,” kata Nurlita.
Nurlita berharap dalam penanganan Covid-19 di Provinsi Banten agar terus meningkatkan kerjasama yang baik antara Bhabinkamtibmas Polri, Babinsa TNI, dan petugas dinas kesehatan setempat dalam pelaksanaan tracing di lapangan akan memberikan hasil yang baik dalam penanganan kasus Covid-19.
Sementara itu Epidemiolog Kesehatan Thomas A.M Sody. SKM menjelaskan tujuan dari strategi penanggulangan pandemi. “Situasi saat ini mengharuskan kita untuk menekan angka peningkatan Covid-19 dengan cara penanggulangan pandemi yang bertujuan untuk menghambat transmisi dan mencegah kesakitan, memastikan ketersediaan pelayanan kesehatan bagi mereka yang membutuhkan, menjaga keberlangsungan layanan-layanan publik esensial, serta memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu dalam pengambilan kebijakan dan pemberdayaan masyarakat,” tutur Thomas. (*)
Reporter : Fahmi Sa’i











