“Ya, untuk tahapan open bidding sudah memasuki uji kompetensi / asessment dengan BKPSDM Jabar. Dari assessment ini akan dilihat karakteristik peserta, apakah mereka cocok atau berapa poinnya untuk menduduki di jabatan yang dilamar,” kata mantan kepala BKAD Lebak ini
Kata dia, dari hasil asessement ini akan menjadi bahan penilaian yang disatukan dengan hasil penilaian wawancara, penulisan makalah dan rekam jejak para peserta open bidding.
Setelah uji kompetensi berlangsung, para peserta akan mengikuti tes selanjutnya yakni uji makalah dan wawancara pada (20-23/11).
“Selanjutnya uji makalah, wawancara dan rekam jejak. Nanti keluar lah rekomendasi 3 besar ke ibu Bupati,” ujarnya.
Dia menambahkan, proses pemilihan kepala OPD di kabupaten Lebak dilakukan secara terbuka dan transfaran.
“Assessment ini dilakukan transparan dan sesuai aturan dan mekanisme yang ada. Saya berharap para peserta assesament ini dapat mewujudkan cita-cita ibu bupati. Karena, secara tekhnis kebijakan kepala daerah yang mewujudkan para calon eselon II. Sehingga, kemampuan mereka secara profesional harus kita ketahui,” tukasnya.
Salah seorang peserta yang enggan disebutkan namanya mengatakan, secara umum dirinya dapat memahami asessment. Karena, memang tak jauh dari tugasnya sehari-hari sebagai ASN.
“Ya, untuk soal psikotesnya lumayan banyak tapi insya allah dapat terjawab. Tinggal tahapan selanjutnya sesi wawancara, uji makalah dan rekam jejak,” katanya. (*)
Reporter: Ence
Editor: Agung S Pambudi











