SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, ada enam kecamatan yang rawan bencana akibat cuaca ekstrem di musim hujan.
Keenam kecamatan itu yang berlokasi di wilayah dataran tinggi seperti Kecamatan Gunungsari, Macak, Cinangka, Waringinkurung, Pabuaran, Padarincang, dan Kecamatan Ciomas.
Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Serang, Jhoni E Wangga mengatakan, wilayah rawan bencana longsor dan pohon tumbang berada di perbukitan seperti Serang Barat dan Selatan.
“Sekira enam kecamatanlah, tapi kalau angin kencang mah semua wilayah berpotensi,” kata Jhoni kepada Radar Banten, Jumat (23/12).
Untuk menghadapi musim hujan di akhir dan awal tahun 2022-2023 ini, Jhoni mengaku pihaknya tidak ada persiapan khusus namun ia memastikan selalu siap siaga.
“Tapi kita sudah laksanakan sosialisasi, pelatihan dan imbauan kepada masyarakat terkait mitigasi bencana,” akunya.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan sebanyak 200 personel yang siap siaga 24 jam, serta sudah melakukan pengecekan sarana prasarana kebencanaan seperti perahu karet, tenda pengungsi, tali temali, dan lainnya.
“SDM kami dalam posisi ready, peralatan juga sudah kita cek, jangan sampai pas ada kejadian perlengkapan engga ready,” ungkapnya.
Ia mengimbau agar semua pihak untuk lebih meningkatkan kesiapsiagaan dan kepedulian kepada penanggulangan bencana.
“Fokus pada upaya sebelum terjadi bencana jauh lebih baik, ketimbang fokus saat sudah terjadi bencana,” tuturnya.
Sementara itu, Camat Waringinkurung Warnery Poetry mengaku intens berkoordinasi dengan BPBD maupun kelompok pemuda yang tergabung dalam desa tanggap bencana.
“Saya dan seluruh kepala desa intens koordinasi, apalagi musim hujan gini, kalau ada warga yang rumahnya rawan longsor pasti segera dievakuasi,” pungkasnya.
Reporter: Daru Pamungkas
Editor: Aditya











