LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya akan menghadiri acara perayaan Natal bersama umat kristiani di Ruang Serba Guna Gereja Kristen Pasundan (GKP) Rangkasbitung, Selasa malam 27 Desember 2022.
Kehadiran Bupati Iti seolah menepis isu yang beredar di media social, bahwa Bupati perempuan itu disebut sebagai pemimpin intoleran.
Sekretaris Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKSAG) Kabupaten Lebak, Banten, Halson Nainggolan mengonfirmasi kehadiran Bupati Lebak tersebut. Katanya, Iti akan menghadiri perayaan Natal 2022 bersama umat kristiani dari 4 gereja di Rangkasbitung. Keempat gereja yaitu Gereja Katolik Santa Maria Tak Bernoda, Gereja Kristen Pasundan Jemaat Rangkasbitung, Gereja Bethel Indonesia, dan Gereja Pantekosta.
“Iya, acara besok akan dihadiri oleh Bupati Lebak. Dan acara itu terbuka untuk umat kristiani di luar empat gereja,” kata Halson saat dihubungi RADARBANTEN.CO.ID, Senin 26 Desember 2022.
Halson memaparkan, acara besok malam akan dimulai terlebih dahulu dengan ibadah pada pukul 18.00 WIB. Lalu, akan dilanjutkan oleh sambutan-sambutan dari tamu undangan, termasuk Bupati Iti.
“Rencananya Bupati dan rombongan akan hadir pukul 19.30 WIB. Dan nantinya Bupati sendiri yang akan menutup acara dengan sambutannya,” papar Halson.
Ia mengungkapkan, Kabupaten Lebak sendiri dihuni oleh masyarakat dari berbagai agama dan keyakinan. Dan, menurutnya, keberagaman agama di Lebak sangatlah terjaga dengan baik. Tidak ada persoalan tentang keberagaman agama itu.
“Alhamdulillah, puji Tuhan, di Lebak keberagaman tersebut bukan menjadi persoalan, tapi merupakan kekayaan yang dapat dijadikan sebagai spirit dan kekuatan dalam membangun Lebak secara bersama sama,” ucapnya.
Halson yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Lebak ini mengatakan, Pemkab Lebak sangat mendukung dan memberi ruang kepada seluruh pemeluk agama di Lebak.
“Adanya beberapa gedung gereja dan vihara di lingkungan masyarakat mayoritas muslim sejak puluhan tahun yang lalu menandakan masyarakat Lebak sangat toleran dan menerima perbedaan. Pemda juga memberi ruang yang sama bagi seluruh pemeluk agama yang ada di Lebak,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agus Priwandono











