TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID-
Pemkot Tangsel enggan mengulang kembali kebijakan pengadaan moda transportasi umum usai operasional bus Trans Anggrek dihentikan. Alasannya, angkutan umum murah seperti bus Tayo di Kota Tangerang kurang diminati masyarakat.
Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, Pemkot Tangsel pernah menghadirkan lima unit bus murah dan beroperasi sejak tahun 2015. Sayangnya, bus Anggrek ini tidak diminati masyarakat dan selalu sepi penumpang. “Kita pernah menghadirkan lima bus Anggrek. Tapi tidak ada yang naik, sedikit penumpangnya, akhirnya lama-lama kan perlu perawatan. Dan ini program lama kita,” kata Benyamin di Puspemkot Tangsel, Rabu 28 Desember 2022.
Terkait angkot gratis, sambung Benyamin, setiap HUT Tangsel Dinas Perhubungan Kota Tangsel sendiri juga rutin mengadakannya. “Kalau angkot malah kita gratiskan di HUT Tangsel,” ucapnya.
Bus Anggrek diresmikan Walikota terdahulu Airin Rachmi Diany pada awal 2015 lalu. Terdapat lima armada bus di operasikan dengan empat koridor.











