CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID-Pengusaha truk di Provinsi Banten menolak rencana kenaikan tarif tol Tangerang-Merak.
Para pengusaha merasa keberatan dengan rencana tersebut lantaran dianggap bisa semakin membebani.
Selain itu, kenaikan tarif pun dianggap belum layak dilakukan lantaran Standar Pelayanan Minimal (SPM) di ruas tol itu belum ditingkatkan.
Penolakan kenaikan tarif tol itu diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Provinsi Banten Syaiful Bahri.
“SPM-nya belum ditingkatkan, contoh masih banyak laka (kecelakaan),” ujar Syaiful Bahri kepada Radar Banten, Rabu 28 Desember 2022.
Kemudian, rest area yang berada di ruas tol itu pun masih jauh dari standar layak, bahkan cenderung tidak aman.
Banyak anggota Aptrindo yang alami kehilangan seperti ban dan aki di rest area tol yang dikelola oleh Astra Infra Toll Road tersebut. Kemudian, saat ini, tarif di Tol Tangerang-Merak salah satu yang paling mahal di Indonesia.
“Makanya kami menolak, jadi kesannya seolah-olah ngambil uang dari masyarakat untuk menambah jalan,” ujar Syaiful.
Sebelumnya, melalui keterangan resmi, ASTRA Tol Tangerang – Merak dalam waktu dekat akan segera melakukan pemberlakuan penyesuaian tarif.
Presiden Direktur ASTRA Tol Tangerang-Merak Kris Ade Sudiyono mengatakan, penyesuaian tarif kali ini merupakan penyesuaian tarif reguler dua tahunan berdasarkan amanat Undang-undang No. 2 Tahun 2022, serta berdasarkan penambahan lingkup investasi peningkatan kualitas dan kapasitas jalan di ruas Tol Tangerang-Merak.
Adapun besaran penyesuaian tarif, disampaikan oleh Kris Ade adalah semula dari tarif dasar untuk golongan satu Rp 655 per kilometer menjadi Rp802 per kilometer, disesuaikan dengan angka inflasi dan perhitungan penambahan lingkup investasi.
“Karena dihitung berdasarkan jarak per kilo meter maka tarif akan berbeda-beda untuk setiap gerbang asal dan tujuan, sebagai contoh jarak terjauh golongan satu dari Cikupa sampai Merak semula Rp44.000 menjadi Rp53.500, sedangkan untuk jarak terdekat dari Cikupa ke Balaraja Timur semula Rp 2.500 menjadi Rp3.000, untuk tarif lengkap kami akan melakukan sosialisasi melalui berbagai platform media informasi, termasuk kepada rekan-rekan media dan stakeholder terkait,” papar Kris.
Reporter : Bayu Mulyana
Editor : Merwanda











