LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID – Cuaca ekstrem terus menerjang wilayah Kabupaten Lebak dalam beberapa hari terakhir ini. Teranyar, hujan deras pada Rabu 28 Desember 2022.
Hujan disertai angin kencang telah terjadi sejak pagi hingga sore hari.
Dilaporkan, terdapat tujuh unit rumah warga yang rusak akibat terjangan bencana alam itu.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Febby Rizki Pratama merinci, ketujuh rumah itu satu di antaranya berada di Kampung Bangkong Reang, RT/RW 004/002, Desa Cipedang; dua rumah di Kampung Cihaneut, RT/RW 001/006, Desa Wanasari, Kecamatan Cibeber.
Satu rumah di Kampung Sukamaju, RT/RW 001/006, Desa Panggarangan; dan tiga rumah di Kampung Kumpay, RT/RW 006/003, dan Kampung Kumpay, RT/RW 005/003, Desa Maraya, Kecamatan Sajira.
“Untuk di Cibeber itu kejadiannya kemarin sore, jadi angin kencang membuat pohon besar tumbang dan langsung menimpa dua rumah warga. Sementara di Sajira itu tiga rumah rusak akibat longsor,” kata Febby, Kamis 29 Desember 2022.
Febby mengatakan, dalam kejadian itu sendiri tidaklah ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir hingga puluhan juta.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, baik itu rumah yang rusak akibat angin kencang, pohon tumbang maupun longsor, semuanya selamat,” katanya.
Namun, ia menyebut, ada kecelakaan laut yang dialami oleh seorang nelayan bernama Ade Geboy asal Kecamatan Wanasalam.
Ade dilaporkan terjatuh ke lautan setelah kapalnya karam diterjang gelombang tinggi saat pergi melaut.
“Alhamdulillah korban juga selamat, sekarang lagi ditangani oleh Puskesmas,” ucapnya.
Lebih jauh, Febby mengimbau kepada warga Lebak khususnya yang berada di daerah rawan longsor dan banjir untuk selalu waspada akan potensi bencana alam yang dapat terjadi di musim penghujan saat ini.
“Jika pun terjadi bencana yang tidak diinginkan, harap langsung lapor kepada kami. Karena kami sendiri sudah menyiagakan personel dan relawan juga peralatan serta bantuan logistik selama 24 jam di masa cuaca ekstrem saat ini,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agus Priwandono











