SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar meminta warganya untuk bijak mengisi liburan pergantian malam Tahun Baru ini. Apalagi saat ini cuaca sedang ekstrem.
Al meminta masyarakat untuk mempertimbangkan lagi jika ingin melakukan perjalanan ke luar kota. Permintaan itu disampaikan Al, mengingat kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi di sejumlah daerah termasuk Banten hingga awal tahun 2023.
“Saya mengImbau kepada saudara-saudara kita, perlu arif dan bijaksana kalau akan berpergian, perjalanan dalam beberapa hari ini. Kalau tidak terpaksa dan sangat penting dipertimbangkan lagi (menunda-red) teknis secara personal,” ujarnya, Kamis (29/12/2022).
Al juga meminta kepada masyarakat yang terpaksa melakukan perjalanan ke daerah rawan bencana agar berhati-hati dan mewaspadai cuaca ekstrem.
“Sekarang secara umum masih cukup baik (kondisi cuaca), mudah- mudahan cuaca ekstrem itu tidak terjadi,” tuturnya.
Pria yang dilantik sebagai Penjabat Gubernur Banten pada 12 Mei 2022 lalu ini menyarankan agar masyarakat menghabiskan libur akhir tahun di daerah masing-masing dengan mendatangi tempat wisata dan hiburan yang ada.
Al mencontohkan, di Alun-alun Kota Serang saat ini sedang digelar pameran produk UMKM, pameran alutista, dan ada juga hiburan musik di Banten Creative Festival.
Kata dia, aktivitas itu mendukung tata kelola ekonomi dalam pemulihan pasca pandemi Covid-19.
Ia juga berharap, daya beli masyarakat dapat bergulir.
Terkait persiapan kebencanaan, Al Muktabar telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten untuk menyiapkan segala upaya untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam dampak daru cuaca ekstrem.
Termasuk mempersiapkan dapur umum dan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak bencana alam.
“Soal dapur umum, kita punya banyak stok bahan pangan terutama beras yang minimal bisa memenuhi kebutuhan dasar kita,” ungkapnya.
Ia telah instruksikan BPBD Provinsi Banten untuk selalu siaga.
“Prakiraan cuaca BMKG bersifat peringatan dini yang selalu menjadi perhatian kita,” ujar Al.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Nana Suryana mengungkapkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota dan instansi terkait baik tingkat provinsi maupun pusat.
Setidaknya, BPBD Provinsi Banten telah mengerahkan sekitar 150 personelnya untuk melakukan kesiapsiagaan di tengah kondisi seperti ini.
Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan berbagai instansi termasuk para relawan.
“Personil dan peralatan sudah siap 24 jam, dan saat ini sudah ada di lokasi-lokasi rawan banjir Kabupaten Pandeglang. Di antaranya Kecamatan Patia, Kecamatan Sobang, Kecamatan Cisata, Kecamatan Panimbang, dan Kecamatan Sukaresmi,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, peralatan yang sudah dikerahkan di Kabupaten Pandeglang 3 unit perahu karet atau fiber, 3 unit mesin tempel, peralatan penunjang lainnya, mobil dalmas, dan mobil TRC. (*)
Reporter: Rostinah
Editor: Agus Priwandono











