LEBAK, RADARBANTEN.CO ID– Kasus angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) saat proses persalinan tahun 2022 menurun dibanding tahun 2021.
Tahun ini tercatat ada 40 kasus kematian ibu melahirkan, sementara tahun 2021 AKI sebanyak 49 kasus.
Untuk AKB tahun 2022 tercatat 279 kasus dan tahun 2021 sebanyak 358 kasus.
“Alhamdulilah kasus AKI dan AKB di Lebak mengalami penurunan,” kata Sekda Lebak Budi Santoso, Jumat 30 Desember 2022.
Menurut mantan Kepala BKAD Lebak ini, Pemkab Lebak terus berupaya untuk menekan AKI dan AKB saat proses persalinan.
Dinkes Lebak bersama pihak terkait melakukan pengawasan dan penyelamatan ibu hamil yang ada di masing-masing wilayah.
“Hal tersebut, untuk menekan AKI dan AKB yang terjadi pada saat melahirkan. Karena itu semua SDM yang ada kita kerahkan,” katanya.
Kata Budi, salah satu strategi Pemkab Lebak untuk mempercepat penurunan AKI dan AKB, yaitu dikeluarkannya Peraturan Bupati Nomor 26 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kesehatan Ibu dan Bayi. Di dalamnya, diatur tugas dan fungsi dari pihak terkait pelayanan kesehatan ibu dan bayi. Tugas suami, keluarga, kades, tenaga kesehatan dalam hal ini bidan, camat sampai dengan dinkes diatur secara tegas.
“Perbup juga mengartur bahwa rumah ibu hamil harus dipasang bendera, yang menandakan bahwa di rumah tersebut ada ibu yang sedang hamil. Dengan pemasangan bendera tersebut, masyarakat di sekitar ibu hamil peduli terhadap keselamatan ibu dan bayi tersebut,” ujar mantan Asda II Setda Lebak ini.
Sementara itu, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat pada Dinkes Kabupaten Lebak Lela Nurlelasari mengatakan, upaya menekan AKI dimulai sejak kehamilan dan proses melahirkan.
“Salah satunya menjalin kemitraan dengan paraji desa yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan persalinan di tingkat desa,” ujarnya.
Kata dia, agar program penanganan jumlah kematian ibu melahirkan berjalan baik, pihaknya akan mengoptimalkan pelayanan kesehatan beradasarkan standar pelayanan. Artinya, masyarakat akan dilayani sesuai dengan kemampuan akhir tim medis yang ada.
Reporter: Nurabidin
Editor : Merwanda











