Selain bakal mengevaluasi ratusan koperasi yang tidak aktif tersebut, langkah ke depan yang bakal dilakukan oleh Dinkop dan UKM Lebak adalah mengupayakan bagaimana memberikan akses kemudahan bagi para pelaku koperasi.Tujuannya, untuk mendorong pelaku koperasi dan UKM agar mandiri dalam mengembangkan usahanya.
“Misalnya persoalan permodalan, pelatihan – pelatihan dari jenis koperasi yang memang diminati dan perkembangannya cukup bagus, dan penataan manajemennya seperti yang dilakukan sekarang ini. Tapi ketika sudah dibantu, jangan sampai melempem harus produktif,” ujarnya.
Dia mengatakan, Pemkab Lebak di bawah kepemimpinan Bupati Iti Octavia Jayabaya memiliki perhatian besar terhadap koperasi dan UMKM. Maju mundurnya koperasi diyakini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Apalagi, koperasi dikenal sebagai sokoguru perekonomian nasional yang dapat mendongkrak kesejahteraan masyarakat di daerah.
“Koperasi yang aktif, kita bina terus dengan melibatkan dalam berbagai diklat kewirausahaan dan diupayakan bisa mengembangkan usaha lain yang lebih produktif untuk kesejahteraan anggota,” katanya.
Kepala Dinkop dan UKM Lebak Yuda Wati menambahkan, Pemkab Lebak sangat komitmen terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, di antaranya pembinaan lembaga koperasi.











