Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 7,5. Episenter gempa bumi teletak pada koordinat 7,37 derajat lintang selatan, 130,18 bujur timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 136 kilometer arah barat Maluku Tenggara Barat pada kedalaman 130 km.
Dengan memperhatikan lokasi epicenter dan kedalaman hiposenternya, kata Dwikorita, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi laut Banda. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik,” jelasnya saat konferensi pers secara virtual, Selasa pagi, 10 Januari 2023.
Dijelaskannya, gempa susulan hingga pukul empat terjadi empat kali aktivitas dengan magnitudo terbesar 5,5 dan terkecil 4,1. Perdasarkan hasil pemodelan tsunami gempa bumi dengan amplitudo 7,9 hari ini di Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku, menunjukkan adanya potensi tsunami dengan tingkat ancaman siaga dan waspada.
“Berdasarkan hasil pemodelan tsunami dengan parameter yang diupdate, jadi pertama kali parameternya 7,9, kemudian diupdate menjadi 7,5, tidak menunjukkan adanya potensi tsunami setelah parameter itu terupdate 7,5.,” jelas Dwikorita.
Kemudian berdasarkan hal tersebut, lanjutnya, maka dilakukan pengakhiran peringatan dini tsunami kurang lebih dua jam setelah waktu datangnya perkiraan, waktu datangnya tsunami yaitu pengakhiran.











