Thoriq tidak menampik bahwa pengusaha lokal masih banyak yang belum memiliki kualitas kerja dan tingkat profesionalitas yang diharapkan Pemkot Tangsel.
“Makanya ini yang harus kita galakkan, khususnya kontraktor di Tangsel agar meningkatkan profesionalitasnya dan mempersiapkan SDM mereka, agar mendapat trust (kepercayaan) dari Pemkot Tangsel. Karena sekarang persaingannya sudah by system,” jelasnya.
Thoriq mengatakan, potensi garapan proyek pada sektor infrastukrur di Tangsel cukup besar, nilainya per tahun mencapai Rp 1 triliun.
“Kalau bicara infrastruktur asumsi kami kurang lebih potensi yang bisa digarap itu Rp 1 triliun. Dan ini masih menjadi rebutan,” ujarnya. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agus Priwandono











