Suherman warga lainnya mengaku terganggu dengan tumpukan sampah tersebut karena menimbulkan bau tidak sedap dan lokasi teluk terlihat kumuh. Oleh karena itu, dia bergarap agar bisa segera dilakukan penanganan.
“Kalau bisa segera lakuka pengangkutan sampah dan lakukan rutin, supaya enggak menumpuk,” katanya.
Kepala Desa (Kades) Teluk, Kecamatan Labuan Sofian Hadi mengaku, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan sampah tersebut. Namun, persoalan itu harus mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk Pemkab dan Pemprov Banten.
“Teluk kan artinya daratan yang menjorok ke dalam. Otomatis cekung atau kaya mangkok bisa nampung. Sampah bisa dari masyarakatnya sendiri yang tidak punya tempat sampah, bisa juga kiriman sumbang sih dari desa yang terdekat. Pemdes udah berusaha semaksimal mungkin, bahkan akhir tahun kemarin masi melakukan pengerukan dari bantuan provunsi, tapi tetap tidak maksimal,” katanya.(*)
Reporter: Adib
Editor: Ahmad Lutfi











