“Mohon doanya, kami akan segera membangun dapur umum. Untuk asrama santri, kami enggak tahu kapan bisa membangun kembali, karena butuh anggaran yang besar,” jelasnya.
Kapolsek Rangkasbitung AKP Pipih membenarkan asrama santri Ponpes Nurul Faizin ambruk setelah diterjang longsor. Untuk itu, dia bersama pemerintah kecamatan dan desa langsung meninjau bangunan yang rusak berat tersebut.
“Bangunan yang roboh itu berada di bantaran Sungai Ciujung yang hanya berjarak lima meter. Pada saat kejadian santri dan pengasuh sedang bersiap melaksanakan salat subuh berjamaah,” kata Kapolsek.
Ia mengimbau kepada pengurus ponpes untuk tidak menghuni terlebih dahulu asrama yang berada di sekitar bantaran sungai ciujung karena dikhawatirkan ada longsor atau pergeseran tanah susulan.
“Kondisi bantaran sungai di sana berupa tebing. Jadi rawan longsor dan pergerakan tanah,” pungkasnya.(suf/tur)











