Ia pun meminta kepada warga untuk tidak khawatir akan kenaikan harga beras itu. Sebab, warga masih bisa membeli beras dengan memilih tingkat kualitas dari beras itu apakah ingin yang rasanya pulen atau perah.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, pilihan harga bisa memilih rasa. Ada yang pulen, semi, atau yang seneng perah. Sebenarnya di pasar itu masih ada yang harga Rp9 ribu, tapi memang secara yang diatur Pemerintah kualitas Medium dan Premium, yang dikemas memang mengalami kenaikan,” ujarnya.
“Seperti minyak goreng, yang langka itukan merk Minyakita, bukan minyak curah atau premium,” imbuhnya.
Sebelumnya diketahui, Satgas Pagan Polda Banten telah menangkap 7 pelaku pengoplos beras yang beroperasi di wilayah Banten. Ke 7 orang itu yakni HS (36), TL (39), AL (58), BR (31), FR (42), HM (66), dan ID (30).
Dari tangan para pelaku, Satgas Pangan mengamankan barang bukti berupa 350 Ton beras Bulog yang sudah direpacking maupun yang belum, 8.000 karung bekas beras Bulog, 10.000 karung beras premium berbagai mereka.
Dalam hal ini Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto menegaskan pihaknya akan menindak tegas praktik seperti ini.
“Kepada masyarakat jika menemukan praktek seperti ini, jangan takut untuk melaporkan kepada kami, bisa melalui layanan aplikasi 110, dan kami akan menindak tegas sampai ke akar-akarnya,” tegas Rudy.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Abdul Rozak












