SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten saat ini tengah menjalin koordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Banten.
Koordinasi dilakukan sebab Disperindag menduga adanya upaya curang berupa pengoplosan beras milik Bulog menjadi beras kemasan premium.
Kasi Stabilisasi Harga pada Disperindag Banten Dede mengatakan, upaya curang dengan mengemas ulang beras milik Bulog ke kemasan beras premium itu sudah menyebabkan kenaikan harga pada komoditas beras di pasaran.
“Kalau banyaknya data beras yang dioplos kita tidak ada, tapi informasinya beras Bulog jatuh ke oknum yang selanjutnya di rumah, dioplos jadi beras premium. Makanya sekarang kita lagi koordinasi dengan Bulog dan Satgas Pangan, karena kita khawatir ada yang mengarah kepenimbunan,” kata Dede, Minggu 12 Februari 2023.
Dede mengatakan, ulah dari oknum-oknum itu telah menyebabkan operasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pokok (SPHP) yang dilakukan oleh Pemerintah dengan Bulog tidak lah efektif. Padahal, melalui operasi itu Pemerintah sudah melakukan impor ribuan ton beras guna mencegah adanya kenaikan harga beras.
“SPHP itu instrumen yang dilakukan untuk operasi pasar, nah karena ulah-ulah oknum curang itu SPHP tidak jadi efektif. Secara catatan Bulog di Banten itu sudah melakukan berapa ribu ton beras untuk SPHP, tapi sekarang harga beras terus naik,” katanya.
Menurutnya, kini harga beras kualitas premium mengalami kenaikan sampai Rp12 ribu lebih perliternya. Namun, untuk beras curah, harga beras masih dikisaran Rp9 ribu.










